Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

geram Stella melirik Papa Bram dengan tajam. "Hum" dengus Farhan meremehkan di hadapan Papanya Bram. pikirnya Stella benar mereka bukan manusia, lalu ia pergi menuju mobil bersama Stella. Papa Bram masih melotot, wajahnya menunjukan ia sangat marah. Namun mulutnya mengatup rapat. Saat akan naik ke mobil Stella kembali menoleh Bram dan Papanya yang masih berdiri di depan pintu.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Fabio meletakan laptop itu di atas pangkuan Mawar. "Tekan tombol itu," tunjuk Fabio pada tuts untuk memutar Video. Mawar menurut, karena sedikit penasaran dia pun langung menekan tombol pemutar video. Kedua netranya melebar saat melihat sebuah video yang memperlihatkan rumah besar, terlihat indah.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Meski dia tahu Cahyo tidak menginginkannya, setidaknya mengabdikan dirinya seumur hidup tidaklah rugi. “Bagus. Kita sarapan sekarang, jangan membuat kesalahan sedikit pun.” Cahyo keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Yuni. “Selamat pagi, Ma, Pa.” sapa Cahyo setelah sampai di meja makan. “Apa kau akan bekerja hari ini?
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneprend
“Hehe… nggak kok, Ma.” “Eh, ini bantu mama bawain daging ke taman depan rumah, ya.” pinta Mama Mas Wira. Aku mengangguk dan segera membawa daging untuk barbeque-an keluarga malam ini. Alfa tiba-tiba muncul. “Mama… ada yang bisa Mas Alfa bantuin nggak?” tanya Alfa dengan suara nyablaknya. “Eh, ada Fita imut.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
MAIN HATI

MAIN HATI

Berharap bahwa pria ini mungkin saja berencana membual tentang binatang buas. Rasanya, mustahil. “Tetap di dekatku, Nona. Jangan melakukan gerakan yang tidak perlu.” Aku menurutinya. Kuanggap kali ini saja, bahwa dia memang pawang binatang buas, sebab sesuatu mulai mendekat. Dan ... jantungku berdebar kencang, sangat. Seekor macan—bukan. Itu harimau. Jenis hewan pemakan daging dengan warna oranye terang bermotif garis-garis hitam, berjalan pelan. Mendekat.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Bukan Mauku jadi Madu

Bukan Mauku jadi Madu

Bab 24 Kedatangan Ibu Mertua “Eh, Ibu. apa kabar, Ibu sehat?” tanyaku menepis rasa gugup yang mendera. Ibu masih bergeming dan tak menjawab sapaan dariku. Ia masih menatapku tajam dan menelisik dari atas sampai bawah. Ia juga seperti sedang mengamati sekitar rumah. Aku meneguk ludah, lalu membungkuk dan mencoba meraih tangannya ingin mencium tangannya. Namun, Mama langsung menepis tanganku dengan kasar. “Jangan sentuh tanganku, pelakor!”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Mas Duda Suamiku

Mas Duda Suamiku

Noah tampak canggung. Ini kayak bukan Mas Noah deh, dia berubah. Apa karena moment ini buat dia ingat si mantan? Walau banyak tanya di benaknya, Rena tetap mengulas senyum, dia mengikuti semua arahan yang ada tanpa membantah, bahkan dia membuat semua orang di keluarga besar Noah tertawa riang. "Mas," panggilnya. Noah menoleh, "Apa?" "Aku mau nasi kuningnya, kok dimakan sendiri sih!" bergaya mau disuapi.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Mყ ɱαιԃ, My future Wife

Mყ ɱαιԃ, My future Wife

Rose menyesuaikan keadaan. "Ah! si Mbak." Dia menjawab dengan malu-malu. "Saya mana ada uang untuk tinggal di sini ... jujur! Saya juga baru pertama kali ke sini." Ia tampak aktraktif saat dia berbincang dengan sesama perempuan. "Oh!?" Rose berkomentar. "Berarti ke sini mau main tempat temannya?" Ia pura-pura, namun tak menggambarnya secuil pun. Aktingnya bagus.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Bodyguard sang Pewaris Cantik

Bodyguard sang Pewaris Cantik

“Apa kamu tidak bisa mendengarkan perkataanku, Mau? Aku hanya benci melihatmu bersedih hanya karena Jevan.” “Tapi, juga cuman Mas Jevan yang bisa membuatku tersenyum, Rion.” “Kamu salah, Mau.” “Ah sudahlah, aku sibuk.” Setelah mengatakan itu, Maura langsung pergi begitu saja meninggalkan Rion yang hanya bisa bernafas pasrah. Maura adalah Maura. Gadis yang sangat keras kepala. Entah harus dengan cara apa Rion menjelaskan kepada anak bos nya itu.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Modern maid

Modern maid

batin Mila sedih kala mengingat kurangnya satu orang lagi yang seharusnya juga melengkapi kebahagiaan ini. Perubahan raut wajah Mila yang tadinya ceria kini terlihat murung kembali. Dahinya mengernyit mengikuti arah pandangan mata Mila yang mengarah ke tangga untuk beberapa saat sebelum kembali fokus pada pak Utama yang bicara. "Mama kalian sedang tidak enak badan," ucap pak Utama seakan tau apa yang Mila pikirkan. "Dia pasti akan sangat bahagia setelah mendengar kabar baik ini."
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 408 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status