Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

geram Stella melirik Papa Bram dengan tajam. "Hum" dengus Farhan meremehkan di hadapan Papanya Bram. pikirnya Stella benar mereka bukan manusia, lalu ia pergi menuju mobil bersama Stella. Papa Bram masih melotot, wajahnya menunjukan ia sangat marah. Namun mulutnya mengatup rapat. Saat akan naik ke mobil Stella kembali menoleh Bram dan Papanya yang masih berdiri di depan pintu.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Fabio meletakan laptop itu di atas pangkuan Mawar. "Tekan tombol itu," tunjuk Fabio pada tuts untuk memutar Video. Mawar menurut, karena sedikit penasaran dia pun langung menekan tombol pemutar video. Kedua netranya melebar saat melihat sebuah video yang memperlihatkan rumah besar, terlihat indah.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Meski dia tahu Cahyo tidak menginginkannya, setidaknya mengabdikan dirinya seumur hidup tidaklah rugi. “Bagus. Kita sarapan sekarang, jangan membuat kesalahan sedikit pun.” Cahyo keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Yuni. “Selamat pagi, Ma, Pa.” sapa Cahyo setelah sampai di meja makan. “Apa kau akan bekerja hari ini?
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
A BINDING STORY (Baby Girl)

A BINDING STORY (Baby Girl)

Gue mau main sama temen temen. ****
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

Jadi begitu ya? "MAAAS!" ***
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 619 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

ujar Mama tiba-tiba. Mama, dia teman dekat Ibu, karena sudah sangat dekat, aku pun memanggilnya dengan panggilan Mama. Memang Mama punya kelebihan, sixth sense. Tapi, aku tidak terlalu kepo untuk bertanya-tanya tentang masa depan dan sejenisnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
MAIN HATI

MAIN HATI

Berharap bahwa pria ini mungkin saja berencana membual tentang binatang buas. Rasanya, mustahil. “Tetap di dekatku, Nona. Jangan melakukan gerakan yang tidak perlu.” Aku menurutinya. Kuanggap kali ini saja, bahwa dia memang pawang binatang buas, sebab sesuatu mulai mendekat. Dan ... jantungku berdebar kencang, sangat. Seekor macan—bukan. Itu harimau. Jenis hewan pemakan daging dengan warna oranye terang bermotif garis-garis hitam, berjalan pelan. Mendekat.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Bukan Mauku jadi Madu

Bukan Mauku jadi Madu

Bab 24 Kedatangan Ibu Mertua “Eh, Ibu. apa kabar, Ibu sehat?” tanyaku menepis rasa gugup yang mendera. Ibu masih bergeming dan tak menjawab sapaan dariku. Ia masih menatapku tajam dan menelisik dari atas sampai bawah. Ia juga seperti sedang mengamati sekitar rumah. Aku meneguk ludah, lalu membungkuk dan mencoba meraih tangannya ingin mencium tangannya. Namun, Mama langsung menepis tanganku dengan kasar. “Jangan sentuh tanganku, pelakor!”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Mas Duda Suamiku

Mas Duda Suamiku

Noah tampak canggung. Ini kayak bukan Mas Noah deh, dia berubah. Apa karena moment ini buat dia ingat si mantan? Walau banyak tanya di benaknya, Rena tetap mengulas senyum, dia mengikuti semua arahan yang ada tanpa membantah, bahkan dia membuat semua orang di keluarga besar Noah tertawa riang. "Mas," panggilnya. Noah menoleh, "Apa?" "Aku mau nasi kuningnya, kok dimakan sendiri sih!" bergaya mau disuapi.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Bodyguard sang Pewaris Cantik

Bodyguard sang Pewaris Cantik

“Apa kamu tidak bisa mendengarkan perkataanku, Mau? Aku hanya benci melihatmu bersedih hanya karena Jevan.” “Tapi, juga cuman Mas Jevan yang bisa membuatku tersenyum, Rion.” “Kamu salah, Mau.” “Ah sudahlah, aku sibuk.” Setelah mengatakan itu, Maura langsung pergi begitu saja meninggalkan Rion yang hanya bisa bernafas pasrah. Maura adalah Maura. Gadis yang sangat keras kepala. Entah harus dengan cara apa Rion menjelaskan kepada anak bos nya itu.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai mau main
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status