DILEMA DUA HATI
“Jauh, Nak, dari kotamu.”
‘Ibu, sudahlah jangan tanya-tanya lagi. Bingung aku harus cari alasan apa,’ sahut Maira di dalam hati saja.
“Kau sudah makan, Nak?” Naina masih ingin menahan Maira di rumahnya. Ia tahu kalau perasaan Fahmi masih sama seperti dulu.
“Sudah, Bu.” Kriiiiuuuk! Tak singkron, tiba-tiba saja perut Maira berbunyi karena memang belum makan dari pagi.
Hot Chapters