Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AlathaAletha

AlathaAletha

HAPPY READING . . . . . Aku tahu,perkataan ku berhasil Menceloskan hatimu. Aku tak sadar perkataan tajam berhasil Keluar dengan sempurna dari bibirku. Maaf, Kalau itu menyakiti hatimu. Maaf, Kalau aku telah membuatmu kesal dan marah. Apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkan ku? -
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Ia menenggelamkan wajahnya di sisi kasur. "Kenapa? Kenapa kamu lebih memilih menahan semua rasa sakit itu? Maafkan aku yang tidak peka ini. Maafkan aku yang sudah membuatmu menderita seperti ini. Maafkan aku. Karena aku ... kamu jadi kesakitan seperti ini,"
1020.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Aku berusaha mengelak, tapi dia tak membiarkanku bangkit. "Maafkan aku, menangislah sepuasnya tapi jangan minta aku untuk melepas tangan ini. Aku bersalah telah menyakiti perasaanmu, jadi ijinkan aku menjadi penawar untuk rasa sakit itu." "Kamu tidak mengerti bagaimana sakitnya hatiku, Mas. Jadi tolong lepaskan tanganmu, tubuhku seperti dikuliti saat tanganmu menyentuhnya."
9.9137.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Suamiku Mencintai Kakakku (INDONESIA)

Suamiku Mencintai Kakakku (INDONESIA)

“Kamu berengsek! Kamu berengsek!” Aku memukul dada bidang Drey dengan sekuat tenagaku. Tidak peduli dia kesakitan. Aku terisak, bahkan mengigit bibir bawah. Kenyataan Ini terlalu menyakitkan bagiku. Kenyataan ini terlalu menyedihkan. “Maafkan aku.” Berulang kali mengatakan kata maaf sampai rasanya tidak ada lagi makna di sana. “Seharusnya aku .... ” Drey tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
9.965.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

“Aku sangat menyesal atas semuanya. Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti kamu.” Aku terdiam. Kata-katanya terngiang di telingaku, tetapi aku tidak merasakan apa-apa. Rasa sakit yang kurasakan selama ini telah mengubahku. Aku merasa mati rasa terhadap semua yang berhubungan dengan Adrian. “Maaf tidak cukup, Adrian. Kata-kata tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi,” jawabku, berusaha keras untuk tidak membiarkan emosiku menguasai diri.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Marriage Express

Marriage Express

“Aku ... Aku minta maaf untuk kesalahanku di masa lalu sama kamu.” **
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Maafkan Aku Salah Membencimu

Maafkan Aku Salah Membencimu

"Kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak memaafkan ku?" Mendengar hal itu Alena langsung kaget. "Hah?" ucap Alena tak mengerti. "Teman-teman ku mungkin salah, tapi aku juga tidak salah di sini. Kenapa kamu marah padaku dan tidak memaafkan ku? Bahkan ketika aku bersujud padamu, kamu masih saja diam. Kamu bahkan bersikap acuh tak acuh dan membiarkan ku bersujud untuk waktu yang lama. Apa kamu menikmati rasa bersalahku dan menganggap rendah diriku? Hanya karena aku terlahir lebih miskin darimu bukan berarti kamu bisa merendahkan ku dengan cara semacam ini."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Dalam Pelukan Sang CEO

Dalam Pelukan Sang CEO

“Aku tak sanggup membencimu, sayang.” ***
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

"Tetap saja, Aku harus minta maaf karena sudah menyudutkanmu selama ini." Aku sempat sangat membencinya, hatiku sakit seakan diselimuti kabut hitam kebencian. Aku kecewa dan geram sekali padanya tapi sekarang rasa sakit itu tiba tiba menguap, hilang. Perasaanku menghangat oleh permintaan maafnya dan membuatku terenyuh seketika. "Apa kau yakin?" "Iya, aku saudaraku memberimu tekanan yang tidak pantas Kau dapatkan, maaf ya," ujarnya sambil menepuk punggung tanganku.
1060.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai maafkan aku yang selalu menyakitimu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Lirik 'maafkan aku harus membuatmu terluka dan menangis' mengingatkanku pada lagu 'Maafkan' dari Tulus yang beredar sekitar tahun 2015-an. Lagu ini sempat viral karena liriknya yang dalam dan melodinya yang menghanyutkan. Tulus memang punya ciri khas menulis lirik yang sederhana tapi mampu menyentuh relung hati, dan 'Maafkan' adalah salah satu contoh sempurnanya.

Aku pertama kali dengar lagu ini waktu lagi scroll playlist di aplikasi musik, dan langsung tertarik sama judulnya yang sederhana. Begitu masuk ke bagian reff yang ada lirik itu, rasanya kayak ditampar pelan-pelan sama maknanya. Tulus menyampaikan permintaan maaf dengan begitu tulus (haha, cocok sama namanya) lewat lagu ini, tentang bagaimana seseorang menyadari kesalahannya tapi mungkin sudah terlambat untuk memperbaiki segalanya.

Yang bikin 'Maafkan' istimewa adalah cara penyampaian emosinya. Nggak cuma lewat lirik, tapi juga lewat nada-nada yang turun naik seperti orang yang sedang menahan sesak. Aku sering banget lihat lagu ini dipakai sebagai backsound video-video sedih di media sosial, terutama yang bertema penyesalan atau hubungan yang rusak. Beberapa cover version dari lagu ini juga cukup populer, tapi versi originalnya tetap yang paling membekas.

Kalau kamu termasuk yang suka lagu-lagu dengan lirik dalam dan pengakuan jujur tentang kesalahan manusiawi, 'Maafkan' bisa jadi pilihan tepat. Aku sendiri sampai sekarang masih suka dengerin lagu ini kalau lagi dalam mood contemplative. Rasanya seperti diingatkan bahwa semua orang pernah berbuat salah, tapi nggak semua orang berani mengakuinya seperti dalam lagu ini.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status