Terjerat Hasrat Nyonya Muda
Zavier tampak tak sadarkan diri, kepalanya tertunduk, rambutnya berantakan menutupi wajah pucatnya.
Mark mendekat dengan tatapan dingin, lalu meraih pergelangan tangan Zavier. Jemarinya menekan nadi di pergelangan itu, lalu berpindah ke leher. Detak jantung Zavier sangat lemah, hampir tak terasa. Mark menarik napas panjang, menggeleng dengan senyum tipis yang tak mengandung belas kasihan sedikit pun.
“Satu orang pengkhianat sekarat di hadapanku,” gumamnya datar. “Beberapa jam lagi dia akan mati.”