Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RIAN RAINA

RIAN RAINA

“Em, Ka, ayo ke depan. Nanti lo kirimin fotonya biar gue yang posting.” “Makasih, ya, Ka, udah bantuin gue.” “Sama-sama, Rain.” “Gue juga minta maaf ya karena omongan nyokap tadi.” Arka tersenyum maklum. “Gue gak papa kok, Rain. Mungkin emang bagusan Rian yang foto.” Raina menggeleng. “Enggak kok. Bagusan lo. Hasil fotonya Rian biasa aja.”
9.352.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

“Aku tidak mau jadi penerusmu! Kain itu sudah menghancurkan banyak orang! Aku hanya ingin hidup normal!” Bayangan itu mendekat lebih jauh, hampir menyentuh wajahnya. Mbah Sirep berbisik dengan suara yang menusuk telinga: “Kain itu… BUKAN alat. Ia adalah… makhluk.” Naya menahan napas. Makhluk? Kain itu hidup? Bukan sekadar benda ritual? “Makhluk itu… lahir dari perjanjian darah leluhurmu,” lanjut suara itu. “Dan ia lapar… sangat lapar…”
6802 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

kain kafan, batinnya. Euis memilih pamit setelah mengantar Ki Udin ke kamar untuk berisitirahat. Kakinya segera menerobos debu tanah perkampungan dengan tergesa-gesa. Beberapa kali sapaan dari warga dan tetangga hanya dibalasnya dengan senyum dan anggukan. Sekujur tubuhnya bergetar hebat karena peristiwa tadi.
9.775.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
Karma

Karma

“ Tapi kenapa ya? Apa dia tahu hubungan kita ya? Ucap Vano. “ Entahlah aku juga ga tahu kenapa dia sudah beda tidak seperti dahulu, sekarang kesannya sombong” “ Ya sudahlah kita jalan ketempat ulang tahun kamj untuk siap siap” ajak Vano.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
K E Y

K E Y

"Tuan muda Kalandra!" Detik itu aku tersentuh, dari ribuan kata yang pernah kudengar, untuk pertama kalinya aku merasa kata itu yang paling kuingat.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
KARMA

KARMA

Kakek Hamda bertanya padaku. "Em, tapi orang tua Keyla hanya pemilik perkebunan Teh dan memiliki usaha Teh. Dan kekayaan-nya sudah pasti jauh dari keluarga ini. Bagi kalian, Keyla pasti orang miskin. Apa kalian mau menerima Keyla?" Aku coba bertanya untuk memastikan takut kalau segala sesuatunya diukur dari segi materi.
9.7204.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai kain felt
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Widya Vitaloka
Thor cerita ny jangan dbelit belitkan pake ada art baru lagi, mau cerita nya yg indah indah saja ya Thor biar cepat tamat nya. udah 1 tahun lebih Lo novel ni gak kelar. dari saya lahiran mpe umur anak saya 1 tahun. jangan tambah di lamain ya Thor, di habisin cepet aj cerita ny, indah hidup bahagiaaa
Yen Lamour
Ceritanya bagus, setiap perbuatan pasti akan ada balasannya, semangat terus ya kak thor ^^ izin numpang promo ya, ada yg suka mafia romance? Yuk mampir juga ke tempatku. Siapa tahu ada yg suka. Terima kasih ya kak thor & kakak semuanya ^_^
Baca Semua Ulasan
KINASIH

KINASIH

"Apa saja yang sudah kau berikan untuk dia?" Dan tanpa disangka, Rani menyebutkan beberapa hal yang telah dia relakan, termasuk kehormatan. "Mbak, aku ... aku takut. Aku telat haid bulan ini," rengek Rani bak anak kecil. Sedangkan Asih menjerit, menggebrak meja kerjanya dengan wajah memerah. Namun setelah itu, dia terduduk mengatur napas, dan Rani justru menangis di kursinya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

“Perlu kau ketahui… kekuatan kita berada di alam yang berbeda.” Serambut pun Kael tidak mundur. “Bahkan jika kau diberi sepuluh juta tahun lagi, kau tetap tidak akan bisa menyentuhku.” Zhang Kui gemetar. Dan sebelum ketakutan itu sempat berubah menjadi teriakan— TEP. Kael menyentuhkan ibu jarinya ke perut lawan. Sentuhan. Hanya itu. Tapi, sekejap berikutnya—
1082.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

"Aku mengerti, Kak." Kaelian menyeringai kecil sebelum akhirnya pergi, meninggalkan Caelum seorang diri di taman. *** Caine terduduk di ranjangnya, merasakan tenaganya yang mulai pulih. Tubuhnya masih terasa sedikit lemah, tetapi ia sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun, ada sesuatu yang mengusik pikirannya.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

“Ah, calon imam lo kangen banget ini.” Galih tidak segan untuk memelukku walaupun masih di bandara. Aku membiarkannya sejenak sebelum mendorong tubuhnya menjauh. Dia tidak protes. “Mata lo kenapa, Rain?” matanya memicing mengamati mataku. “Efek gak bisa pup, gue nangis.” “Parah banget, gitu aja nangis,” ledeknya menarik pipiku. “Sampai sekarang masih gak bisa pup? Pepayanya gak beli?”
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai kain felt
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status