WARUNG TENGAH MALAM
Kataku mencoba menenangkan mereka.
“Beneran manusia,” Kata Mamat meyakinkanku.
“Iya Kang, saya manusia, saya tinggal di kampung di bawah hutan ini. ” Kataku sambil menunjuk ke arah hutan yang gelap.
“Tapi naha lamun jelema, bisa aya di dieu? (Tapi kenapa kalau manusia, bisa ada di sini? ), Ah teu percaya, maneh jurig nya? (Ah tidak percaya, kamu hantu ya? )”
Chapitres populaires