Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

tuntut wanita itu, murka. Mas Andra menggaruk kepalanya, ekor matanya itu tidak fokus. Bibirnya bergerak, seperti orang ngomong. Jelas banget dia lagi kebingungan. "Iya, Sayang," jawabnya mengakui. "Ya Allah, Mas. Ngapain aja kalian? Atau jangan-jangan kalian udah___ "Enggak kok, Sayang," pungkas Mas Andra menyanggah. "Aku gak seperti yang kamu pikirin kok."
102.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 52 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Aku tak ingin lupa pada proses penyembuhanku—setiap langkah kecil, setiap rasa sakit yang berkurang, setiap keputusan untuk bangun dari tempat tidur saat dunia terasa berat. Hari ini aku kembali duduk di taman belakang rumah sakit, tempat yang perlahan menjadi zona amanku. Di sinilah aku merasa seolah hidup tidak seburuk itu. Di sini, aku bisa menjadi aku yang tenang—meskipun hatiku belum utuh. "Kamu butuh apa? Air hangat? Selimut?" tanya Mama dari pintu kaca. Aku menggeleng sambil tersenyum. "Nggak, Ma. Di sini cukup nyaman."
1.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 54 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

"Oh... Jadi selama ini Stella bersama kamu, Farhan lihat saja aku akan mengirim mu kembali ke penjara. Hum" dengus Kang Mamat menyeringai licik. -----------------------------------------¹⁰ "Kamu kenapa, Han!" sontak Stella berbalik dan langsung memeriksa Farhan. "Hehehe Aku tidak apa-apa Stella, sepertinya kakiku kesemutan" "Hah... Ya ampun aku kira kamu kenapa, bikin cemas aja, ya sudah ayo aku bantu."
101.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 32 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Dengan senyum getir, dia menyeka air matanya. “Maaf, Vanya… apa aku membuatmu sakit? Aku hanya terlalu bersemangat. Kamu tahu nggak, aku sudah mencarimu begitu lama. Aku akhirnya menemukanmu.” Aku menatapnya dengan pandangan tenang. “Mencariku… untuk apa?” Rangga tertegun oleh pertanyaanku. Lama dia terdiam, lalu perlahan berkata, “Untuk menikah…”
28.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 868 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Iris mata biru itu, jelas sekali menyatakan bahwa dia seorang wanita bule, tetapi muslim. "Enggak, Nak. Saya baik-baik saja," sahutnya menatap Marwa dengan tatapan penuh makna. 'She is so beautiful.' "Ngomong-ngomong, Ibu mau ke mana? Kenapa perginya sendirian saja dan melewati jalan yang sunyi seperti ini?"
5.712.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 426 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

“Aku tidak marah.” Matt mengangkat satu alis. “Aku tidak buta.” Kate menatap Matt dari atas sampai bawah, lalu kembali ke atas lagi sebelum akhirnya tatapan mereka beradu. “Yah,” gumamnya sambil memutar badan, “kau hanya tak peka.” Ucapannya pelan, seolah ia sendiri malu mengatakannya. Sayangnya, kalimat itu terlalu pelan. Matt tidak menangkapnya.
1.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 55 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Patah

Patah

“Sorry fot that. But not for the kiss and hug.” Hah? Ap… apa… apa maksudnya? Tapi Nayara tidak sempat bertanya karena Manggala kadung melangkah cepat meninggalkannya sendirian dengan pernyataan yang … Ah sudahlah. *** [1] Massitge deuseyo (Korea) = Selamat menikmati Bersambung
1028.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 710 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Musuh Tapi Menikah

Musuh Tapi Menikah

"Apa lo hah! ngatain kakak sendiri kecoa bunting, gak sopan tau gak?! Terus itu juga jalan di mana-mana juga pake kaki kali, bukan pakai mata. Oh lo bilang tadi jalan pakai mata kan? Coba lo praktek kin pengen lihat gue kaya apa sih kalau jalan pakai mata?" Skak Mat. Gara kini hanya terdiam, benar juga kata kakaknya. Masa iya jalan pake mata, gimana caranya coba? Kan mata untuk melihat bukan untuk jalan. Aturan tadi Gara bilang kalau jalan tuh lihat-lihat. Itu baru bener. Tapi Gara cuma ikut-ikutan bahasa alay ABG jaman now. Jadi, dia nggak terlalu salah kan?
1030.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 793 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Suami Mudaku

Suami Mudaku

Belajar sopan pada yang lebih tua. “Besok saya jemput, Bu,” kata Papa. “Apa Nak Marwan tidak harus cepat kembali?” tanya Nenek ragu. “Mboten, Bu. Saya cuti,” jawab Papa. Mboten itu Bahasa Jawa artinya tidak. “Baiklah matur nuwun.” Terkadang Nenek memang mencampur bahasanya dengan Bahasa daerah Jawa Tengah. Itu artinya terima kasih.
9.712.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 515 fois en tant que mataku
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status