Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

cetus Ambu sembari keluar dari dapur. Ayu pun hendak menyusul Ibu mertuanya, tapi tiba-tiba tangannya dicekal. Hampir saja manggis yang dibawanya terjatuh. "Heh, Ayu! Kamu sengaja ngomong itu semua di depanku, hah?!" Gurat kemarahan tampak jelas di wajah Sari. Ayu tersenyum miring sembari menyentak tangan Sari.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
MATI RASA

MATI RASA

] Ucap Farhan marah dan terlihat raut wajahnya begitu jengkel. [Aku minta maaf sayang, aku kemarin lagi sibuk buat persiapan kontrak kerja sama aku! Kamu jangan berfikiran yang aneh-aneh. Aku enggak akan mungkin main serong di belakang kamu, karena aku udah berkomitmen sama kamu! Tolong dong kamu jangan gini! Aku tu sakit tau kamu giniin!]
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Antara Aku, Suami, dan Maduku

Antara Aku, Suami, dan Maduku

AKU DAN MADUKU – 6 “Mulutmu itu benar-benar keterlaluan, Esha!!? Kau –” “Apa?! Apa, mas! tampar aku sekarang kalau kamu mau. Aku nggak ada masalah soal itu, sebab aku memang mengatakan hal yang benar. Iya kan?” Telapak tangan kiri Bram memang sudah melayang ke udara. Namun sisi malaikatnya telah berhasil membujuk Bram agar berhenti memukul wajah Esha dengan sekuat – kuatnya.
8.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

batin Manda dalam hati. Bukannya ia sentimen pada Colin, tapi sejak pertama bertemu dengan Manda dia adalah oranag paling menyebalkan di muka bumi ini. "Dan kalau saja bisa, ingin sekali kubenamkan dia di Antartika dan membuatnya membeku atau menjadi makanan pinguin!" batin Manda lagi. “Berhenti melotot padaku! Aku tau saat ini kau pasti mulai berimajinasi agar aku terbenam di Antartika dan jadi makanan pinguin ‘kan?!” ketus Colin tiba-tiba.
970 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Dia juga melemparkan tangan Satria yang diletakkan di punggungnya, dengan mata merah dan basah penuh kebencian. Tetapi, anakku, bukankah kamu paling benci jika aku ikut campur dalam hidupmu? Bukankah kamu selalu merasa aku seperti orang gila, dan berharap aku berada sejauh mungkin darimu? Kenapa kamu, yang begitu menginginkan kematianku, malah jadi begini setelah keinginan itu menjadi kenyataan? Mertuaku duduk di samping dengan rasa bersalah. "Aku juga nggak tahu, penyakit ini bisa membuatnya meninggal begitu saja ...."
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Kakiku goyah hingga aku jatuh. Mark tampak tak sabar melihat "drama" kami. Dengan nada sinis, dia berkata, "Jangan berakting di depan mataku. Menjijikkan!" Kemudian, dia berjalan melewatiku. Saat mendongak, aku melihat Mark merangkul Loreita yang menunggu di depan pintu. Mereka pergi tanpa menoleh. Aku menahan rasa mual, mengepalkan tanganku erat-erat. Tiba-tiba, cairan hangat mengalir dari hidungku.
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

“Aku hanya membuka pintu. Yang ingin bangkit adalah… ingatan dunia.” Retakan di udara muncul tepat di atas altar. Dari dalamnya, muncul satu mata raksasa, sama seperti yang dilihat Arka saat ujian dimensi, tapi kini lengkap dengan kelopak dan urat hidup yang berdenyut. Suaranya merambat lewat getaran tanah, bukan udara. "Lihatlah aku. Aku adalah Mata yang Tak Pernah Tidur. Aku melihat kesalahan pertama… dan aku mengingatnya."
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

"Ini yang kamu mau, kan?" Aku tak mengangguk, juga tak menggeleng. Aku sendiri pun bingung. Memang benar begini bentuk nasi rasa pelangi plus bulan sabit? Kualihkan tatapan pada Mas Janu yang sedang menunggu jawaban. "Ini ... bentuknya beneran begini? Mas nggak salah, kan?"
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

pekikan itu menginterupsi Vina dan Sean, keduanya menoleh dan mendapati Bian berdiri di depan lift. "Sial," gerutu Bian sebelum berbalik. "Ho'o kamu ketahuan, lagi pacaran. Berdua-duaan di dalam lift." Bian bersenandung menyanyikan lagu milik band Mata berjudul ketahuan dengan lirik lagu yang diganti. Sementara Vina dan Seanmasih melongo di dalam lift, menatap punggung Bian yangmenjauh.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Kakak bilang aku bau?” “Enggak.” “Terus kenapa bilang tetap wangi?” “Ya... maksudku kamu gak bau amis.” Mata Mataya langsung mendelik. “Lah, memangnya aku ikan?” Dante terdiam. Salah lagi. Memang kalau urusan merayu Mataya, mulutnya selalu berhasil memilih kalimat yang paling aneh. “Jelasin, Kak!” cecar Mataya. “Kakak tuh sebenarnya lihat aku kayak apa sih? Ikan, marmut, atau apa?”
1066.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai mataku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status