Istri Ke-4 Tuan Tanah
Mbok Jum tertawa meski tak sampai mengeluarkan suara, “Aku ke sini karena ingin sarapan denganmu. Mungkin dengan begitu aku bisa bertemu putriku.”
“Putri yang mana? Kau tak pernah mengenalkan siapa pun padaku.” Prapto tetap di tempatnya.
“Siti, namanya Siti.” Mbok Jum berdiri, langkahnya yang lebih lamban dari yang dulu, berusaha menjamah letak Prapto, “Maafkan usia rentaku sampai aku melupakan hal sepenting itu.”
Prapto terkekeh, “Andai aku tahu Siti putrimu—ah! Aku tidak ingin kamu terlalu banyak pikiran.” Prapto berbalik. Dia akan menghindari mbok Jum.