Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
On CEO's Bed

On CEO's Bed

“Kalian boleh mengambil apapun yang kalian mau. Aku tidak mungkin menghabiskan semua itu sendirian.” “Baiklah Nona,” ucap Bertha, dia memilih sekotak kismis dan mencicipinya. “Em... Ini sangat enak.” “Tentu saja enak itu buatan ibuku. Dia mengeringkannya secara manual. Seminggu saja kau di sana, akan aku pastikan berat badanmu bertambah Bertha,” Hanna berkata dengan tertawa kecil mengingat dirinya yang selalu dijejali makanan selama tinggal bersama orang tuanya.
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as mbak bertha
Read
+Library
Ratu barbarku

Ratu barbarku

Tidak sabar ingin melihat seperti apa ruangan jahit di kerajaan. Pangeran Betrand hanya membalasku dengan lambaian tangan dan senyuman. Kenapa Pangeran Betrand dan Victor sangat jauh berbeda. Pangeran Betrand sangat murah senyum sedangkan Victor murah harga diri karena menyelingkuhi istrinya yang sempurna ini. **** "Waaawww" Untuk beberapa detik aku terpesona dengan ruangan serba putih ini. Mesin mesin jahit berkekuatan tenaga kaki berjajar rapih di setiap sudut ruangan.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as mbak bertha
Read
+Library
Mahar 10 Miliar Wanita Sombong

Mahar 10 Miliar Wanita Sombong

"Aku ingin menikah dengan mu, dan aku menawarkan mahar sepuluh miliar." Alea terkekeh, sebuah tawa kecil yang lebih sama dengan ejekan dibandingan hiburan, "Sepuluh miliar rupiah? Kau pikir aku wanita seperti apa?"
101.1K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as mbak bertha
Read
+Library
Cinta Memabukkan MR. CEO

Cinta Memabukkan MR. CEO

Tambah mbak Gia. Hari ini aku bangun dengan kekhawatiran. Akankah pengganti Pak Anggara memberikan kesempatan kedua kepada kami? Perusahaan tempatku bekerja di bangun oleh pak Anggara sendiri 20 tahun yang lalu. Bahkan nama perusahaan itu diambil dari nama beliau. 'GARA CORP'.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as mbak bertha
Read
+Library
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

"Bapak dan ibu, kami berterimakasih sebanyak-banyaknya, karena sudah mau menerima lamaran dari anak kami yang bernama Zaki." "Ibu, jangan begitu. Sayapun berterimakasih karena Ibu dan bapak sudah mempersunting anak tunggal kami." Wanita berhijab syari itu menimpali ucapan Amak. Mereka saling terlibat obrolan satu sama lain. Akupun di ajak oleh Apak untuk berkenalan dan berbincang dengan calon mertua yang ternyata baru datang dari jauh, pantaslah aku baru dikenalnya.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 553 Times as mbak bertha
Read
+Library
CEO BERLUTUT PADA GADIS SEDERHANA

CEO BERLUTUT PADA GADIS SEDERHANA

bisiknya menyemangati diri sendiri. Pakaian yang ia kenakan sederhana, kemeja putih bersih dan celana hitam bahan. Rambutnya di kuncir rapi, wajahnya polos tanpa make-up, hanya bedak tipis dan lip balm agar tampak segar. Begitu masuk, Mbak Dita menyambut dengan senyum hangat, meskipun sedikit geli melihat Alya yang datang membawa air mineral botol dan sekotak kecil roti isi yang dibelinya di pinggir jalan.
816 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as mbak bertha
Read
+Library
Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

gumam Marwa. Kakinya bergerak lagi, melewati beberapa rumah, hingga sampai di sebuah tempat yang membuatnya tertegun. Rumah Mbak Irna. Dulu, rumah Mbak Irna itu kecil, sederhana, di depannya ada warung kecil dengan rak kaca penuh camilan anak-anak. Kini, warung kecil itu telah berkembang menjadi dua ruko besar berlabel "Toko Kenanga Jaya". Empat karyawan terlihat mondar-mandir melayani pelanggan. Dan di balik etalase, tampak Mbak Irna sendiri, mengenakan blus putih dan celana panjang hitam, rambutnya disanggul rapi. Marwa tersenyum kecil. Mbak Irna sekarang berusia akhir empat puluhan. Namun, wajahnya tidak berubah-masih cantik, anggun, dan bersahaja.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 347 Times as mbak bertha
Read
+Library
PRAMESWARI

PRAMESWARI

kata Giga sedikit kecewa, "Kalau saya numpang duduk di sini, boleh kan, Mbak?" Si Mbak yang kalau dilihat dari badge bernama Mytha itu mengangguk dan tersenyum santun, manis sekali, "Silakan, Pak! Mau saya ambilkan air putih?" Mendengar suara si Mbak yang lembut dan merdu, Giga terkesiap. Seketika darah dalam jantungnya berdesir hangat dan tanpa dikomando dua kali, matanya sudah langsung merayapi tubuh si Mbak---Mytha---dari ujung rambut sampai ujung kaki. 'Putih, cantik, masih muda … Pasti masih segar dan wangi!'
107.5K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as mbak bertha
Read
+Library
Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir

Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir

Staf wanita itu memandang Bertha lebih dekat, mengenali fitur wajah dan suara yang akrab dari pengunjung langganan kelas atas. "Nyonya Bertha? Maaf saya tidak me...ngenali Anda," jawabnya tidak enak hati, segera menunduk, dan mempersilakan Bertha masuk dengan gestur gemetar. Ia pasti berpikir Bertha baru saja mengalami kecelakaan serius. Bertha tidak peduli. Ia melangkah masuk, menuju meja layanan pelanggan, hatinya penuh dengan rasa malu yang harus ia telan demi mendapatkan uang.
9.964.8K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as mbak bertha
Read
+Library
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

Pekat aromatembakau menyeruak bercampur aroma alkohol di setiap gelas yang ada di depan lima orang. “Saya datang nggak cuma-cuma.” Pak Robert dengan suara beratnya yang khas memberontak. Tak gentar, menatap sengit semua lawan bicaranya satu persatu. “Pak Hartono, saya bisa tawarkan separuh kepemilikan PT. Cakra buat bapak asal bapak mau jemput Hana barenga sama saya ke Pulau Tri.” “Apa?” Pak Hartono mengangkat alis. “Lima puluh persen? Hahahaha….”
6.3K viewsCompletedAdded to Library 244 Times as mbak bertha
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status