Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Zea mendesah, baru menyadari bahwa ternyata dia segugup itu Ruangan pantry itu hanya berukuran tiga kali lima meter. Saat Zea masuk, ia mendapati beberapa rekan kerja dari divisi lain sedang berdiri mengelilingi meja tinggi. Obrolan mereka mendadak terhenti sesaat ketika melihat Zea, mereka hanya menoleh sebentar, sebelum akhirnya mereka kembali berbincang, namun kali ini dengan volume suara yang sedikit ditekan, tapi tidak cukup rendah untuk tidak terdengar.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai meja kecil tinggi
Baca
+Pustaka
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

perintah Iding sambil menunjukkan ke bawah meja samping sofa bed ruangannya. "Baik, Pak! Di sini ya?" tanya Arumi dengan polosnya. "Benar! Meja itu," kata Iding sambil menunjuk di bawah meja. Tanpa Mei Mei sadari Iding berjalan, mendekatinya. Dia melihat Mei- Mei dari atas, wanita itu memang sedang berjongkok untuk mengambil bulpeinnya. Membuat rok nya terangkat dan lekuk tubuhnya terlihat.
1049.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai meja kecil tinggi
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Sempurna untuk sebuah pertemuan yang tidak ingin menarik perhatian. Dengan hati berdebar, matanya menyapu seluruh area kafe. Kemudian, dia melihatnya. Di sudut agak ke belakang, dekat dinding yang dihiasi akuarium panjang berisi ikan-ikan neon yang berenang tenang, terdapat sebuah meja kayu kecil untuk dua orang. Di atasnya, diletakkan sebuah bingkai kecil dengan tulisan tangan: “Dipesan.”
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai meja kecil tinggi
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Sang Penggoda

Gairah Cinta Sang Penggoda

Ada juga sudut yang menyerupai meja bar kecil, dilengkapi dengan rak berisi beberapa botol minuman, serta dua kursi bar tinggi. Byan mengajak Kian duduk di salah satu kursi empuk yang bisa berputar 360 derajat ke arah televisi atau jendela, juga bisa direbahkan lurus menjadi tempat tidur kecil. Kia pun hanya tersenyum manis ketika Byan memasangkan seat belt-nya. "Terima kasih." "Sama-sama," balas Byan sambil mengecup ujung hidung Kia gemas. Mereka pun kemudian menunggu pesawat yang bersiap untuk take off sambil berbincang santai.
10126.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai meja kecil tinggi
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Black Aurora
Maaf karena menunggu terlalu lama, real life sedang hectic2nya. Dan kisah Byan-Kia ini memang dimaksudkan sangat singkat ya, jadi sekarang sudah tamat tanpa ekstra2 part. Terima kasih untuk kakak2 yg telah membaca hingga akhir. "Belenggu Hasrat Mantan Suami" adalah karyaku selanjutnya, ditunggu ya.
Meri Susanti
ceritanya Bagus,sangat menarik singkat,padat n jelas gak bertele2 dg ending yg membahagiakan.Terima Kasih untuk Ceritanya yg bagus ini Thor,Tetap Semangat menulis karya2 berikutnya.Sukses selalu thor.
Baca Semua Ulasan
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Ternyata ponsel Bram teronggok begitu saja di atas meja jadi mudah ditemukan, Bram langsung meraihnya dan segera mengisi dayanya. Dhea tersenyum lega, ternyata suaminya tidak bohong, syukurlah. Dhea bekerja di ruangan suaminya, Bram menyediakan sebuah meja kerja di sebelah meja kerjanya, hanya ukuran meja itu lebih kecil. Kursi empuk yang Dhea duduki juga lebih kecil tetapi sangat nyaman. Fasilitas ini kualitas nomor satu yang langsung Bram pilih dari IKEA.
9.9270.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai meja kecil tinggi
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Tuan Mafia

Kesandung Cinta Tuan Mafia

Perintah Tuan Kenzo dengan begitu tegas membuat Aluna merasa merinding dan hanya memerlukan satu kata dari Tuan Kenzo yang sedingin bongkahan es itu sudah berhasil membekukkan hati Aluna, dan dengan pasrah Aluna duduk di kursi yang sudah Bik Tutik siapkan untuknya. Meja makan ini tampak minimalis, yang hanya tersedia 4 buah kursi dengan meja persegi minimalis, berbeda dengan meja makan utama yang tampak begitu mewah dan memiliki banyak kursi. Sepertinya meja makan utama hanya digunakan untuk acara-acara tertentu saja, seperti acara keluarga atau perjamuan. Entahlah Aluna sendiri tidak yakin akan hal itu. "Nyonya mau minum apa?" Tanya Bik Tutik kembali saat Aluna telah duduk di kursinya.
10485 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai meja kecil tinggi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status