Rahim Kedua CEO
Bagaimana tidak, itu adalah model keluaran baru yang harganya cukup fantastis.
Belum lagi seperangkat meja rias, lemari, dan beberapa perlengkapan lain yang merknya cukup terkenal. Anne mengerjap kaget, tapi tatapnya teralih pada Mara yang mempersilakannya duduk di sofa mini. Lantas ia mendudukkan diri.
“Kamarnya bagus, desainnya minimalis, tapi kelihatan luas gini.”
“Jujur aku juga nyaman, Mbak.” Mara mengiyakan ditambah senyum lebar, tampak sekali senangnya. “Makasih ya, Mbak.”
Hot Chapters