MERTUA IDAMAN
Begitu pedulinya Ibuku terhadap menantunya yang cantik ini.
“Semoga semakin akrab dengan Ibu, ya! Oh, iya, kemeja biruku yang baru beli itu di mana, Sayang?” tanyaku memancing.
Almira menggigit bibir bawahnya. Sungguh, dia terlihat sangat menggemaskan.
“Di mana kemeja itu, Sayang?” tanyaku sekali lagi.
“Em … kemejanya belum aku setrika. Nanti aku akan menyetrikanya.”