Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaki Kaki Mungil

Kaki Kaki Mungil

Ujang memimpin di depan. Mereka tiba di sebuah lapangan yang cukup landai dikelilingi pepohonan menambah keasrian tempat ini. Sebuah danau mungil diapit dua pinus raksasa tampak menambah keindahan. Beberepa ban berubah fungsi menjadi mainan untuk dipakai bersama. Bergerak mempesona seiring hembusan angin lembut menerpa. Barisan lavender dan krisan kuning teratata rapi membatasi antara gedung dan lapangan. Bertengger pula dua buah gawang yang bisa digeser-geser.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Setiap pagi aku bangun lebih awal untuk belajar, menghafal nama simplisia kering dengan bahasa latin yang haram hukumnya jika ditulis dengan salah huruf, atau kekurangan huruf, dilanjutkan dengan ratusan resep obat yang harus dikuasasi oleh seorang calon asisten apoteker seperti diriku, aku benar-benar berusaha keras mempersiapkan masa depanku. Hari Senin, seperti hari Senin di masa sekolah, setiap Senin pagi ada upacara, aku berangkat sekolah setelah menutup buku catatan resep dokter yang ku hafal mati. Aku berlari menuju sekolah yang jaraknya hanya sepenggal dusta dari kos ku. Aku tergabung dalam grup paduan suara, meskipun aku hanya menyumbang suara sumbang, aku tetap percaya bahwa aku ad
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
DERREL

DERREL

Devin menganggukan kepalanya sebagai jawaban. "Kita mulai partynya." Derrel bersama Devin melangkahkan kakinya menuju halaaman belakang sambil bertos ria dengan anggotanya.banyak pacar dari teman-temannya yang melirik dirinya bahkan ada yang secara terang-terangan. "PETRIOS" Derrel berteriak dengan lantang "KAMI MALAIKAT..MALAIKAT KEMATIAN JIKA KAMI DIUSIK." Balas seluruh anggota dengan lantang.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Mercusuar

Mercusuar

katanya sambil menuang lagi. *** “Gua anter Denise dulu ya, nanti kita ketemu di basecamp.” “Nggak usah, Bro. Gua mau balik. Capek banget kayaknya,” kataku yang merasa agak kembung. Kepalaku juga terasa pening lantaran minuman kekuningan itu. “Jo. Anterin si kunyuk ya.” “Okay.”
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status