Masakan Mertua
"Ah tak apa, Mbak. Aku justru sangat berterimakasih padamu karena aku sudah diberi kesempatan sebaik ini. Kalaupun aku tidak digaji juga tidak apa-apa, untuk bayar biaya rumah sakit Ibu kemarin, Mbak."
"Oh jangan begitu. Soal kemarin aku sudah benar-benar ikhlas, dan biarkan itu menjadi salah satu jalan terbukanya rejekiku yang lain," jawabku dengan menatapnya dalam.
Kulihat Mawar berkaca-kaca. Semoga saja ia memang merupakan perempuan yang tulus dan bisa kuajak kerjasama.
"Mawar, Tante baru saja lihat kakakmu," ucap Tante Lusi dari arah luar rumah. Sepertinya ia baru belanja karena di tangannya ada beberapa barang dan sayuran.