Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MARNI

MARNI

Mereka adalah satu raga. Rasa dingin menjalar tubuh Marni seketika, membuatnya begitu menggigil. Dia membersihkan diri dengan badan yang gemetar, membersihkan kamarnya dari sisa-sisa percikan d a r a h. Membuang semua jejak mistis bekas ritual malam ini pada plastik sampah besar yang sudah dia siapkan, kemudian segera menghanyutkannya di sungai besar. Tidak ada yang mengetahui semua kegiatannya, di malam Jum'at kliwon ini, termasuk Ningsih-ibunya sendiri.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

gumam Claisya. Memutuskan beranjak pergi, sambil menunggu waktu untuk diajak berbicara. Namun? Di saat akan melangkahkan kakinya, Riska memberhentikan langkahnya. Ternyata sejak awal Riska menyadari keberadaannya di sana. “Kakak ...!” seru Riska yang masih menulis. “Pergi ke mana. Kalau mau memesan minuman? Ayu juga mau. Rasa jeruk ya,” lanjutnya dengan nada blonde.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Tak ada ruang untuk bergerak. Pangeran Revan memejamkan mata beberapa saat sambil mendongak ke atas. Berharap pencerahan datang kepadanya. Ia sangat ingin untuk menggagalkan pernikahan tersebut. *** “Zebi zeni.. Runi Runi.. ” teriak Tengku kegirangan. Ia tak lain adalah bayi pangeran Kerajaan Niswa yang namanya telah disamarkan. “Besok Istana mengundang semua rakyat untuk menghadiri pesta pernikahan Putri Raja..” tengku melanjtkan kalimatnya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

batinnya “Ehm” sebuah suara membuyarkan lamunan Dzi yang masih melangkah seorang diri menuju tempat parkir. Dzi menghentikan langkahnya dan memandang si pemilik suara. “Assalamualaikum, Dokter.’ Sapa Dzi sambil menundukkan wajahnya. Laki-laki di hadapannya tersenyum. ‘Waalaikum salam, Dzi. Apakah kau sedang melamun?”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

Rasa jengkel membumbung saat Merin menyadari intisari dari pesan itu. [Besok, kamu harus ikut dalam perjamuan keluarga besar. Pulanglah ke apart setelah sidang.] PRANG! Merin melempar ponselnya menembus hologram dan menghantam vas bunga. Eldric membelalak, lalu menarik tubuh gadis itu. Dilihatnya Merin yang tampak kacau. Dengan deru napas
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
CERMIN GERBANG CINTA

CERMIN GERBANG CINTA

sebut Momo sambil menerawang. “Lesung pipinya di sebelah mana? Apa di kedua pipi?” tanya Mira. Lesung pipi Charity sebelah kanan. “Sebelah kiri. Hanya sebelah.” “Tidak mungkin. Apakah dia mempunyai kembar?” bisik Mira. Namun Momo bisa mendengarnya. Momo tersenyum dalam hati. Apakah aku berhasil? pikir Momo. “Apa dia mempunyai tahi lalat di atas bibir?” tanya Mira pada Momo.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

tenggorokan Ririn tercekat saat kedua netranya menangkap sesuatu di tangan Nisa. "Mas! ketemu, ini ATM dan buku tabungannya," ucap Nisa tanpa dosa kepada Ayus. Seketika wajah Ayus berubah sumringah saat mendapati sesuatu yang dicarinya telah berada di genggaman Nisa.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
MINE

MINE

Kening Ana berkerut, "Masak-masakan?" "Iya, aku disuruh ambil lemon sama Mama di kulkas." Ana mengangguk dan membuka lemari pendinginnya, membiarkan Dion mengambil apa yang dia perlukan. Setelah itu mereka berdua menuju taman belakang dan benar saja, semua keluarganya berkumpul di sana. "Pengantin baru udah pulang!" teriak Bram sambil memakan apelnya.
1034.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

jelas Dokter itu tanpa ada potongan dari wanita paruh baya itu. Dada Bu Rere terasa sesak, tubuhnya lemas, kakinya bergetar seperti tak kuasa menopang berat tubuhnya. Air mata itu kembali berlinang setelah mendengar penjelasan itu. Verdi akan melupakan separuh memorinya? Apa ia akan lupa dengan keluarganya? "Me-meningitis, Dok?" tanya Bu Rere memastikan, "anak sa-saya juga akan lupa separuh i-ingatannya?" lanjutnya terbata-bata. Dokter itu mengangguk.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai meringis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status