Tiga Mayat Satu Takdir
Batu inti di kepalanya, sebesar kepala manusia, memancarkan cahaya keemasan yang hidup, denyutnya seperti jantungan raksasa, memenuhi cavern dengan aura sihir yang nyaris menyesakkan.
Ratusan monster—goblin berkeliaran, troll meraung, laba-laba batu merayap, bahkan ular raksasa dengan sisik perak—bertempur sengit di sekitar altar, cakar dan taring mereka saling robek demi rebut batu inti emas itu. Darah hijau dan merah membasahi lantai, raungan dan jeritan menggema, tapi cahaya emas itu seolah menghipnotis mereka, mendorong kegilaan.
Hot Chapters