Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mistpouffer

Mistpouffer

“Waktu aku pertama kali nemuin kamu, kondisimu itu parah banget. Badanmu dingin banget dan jantungmu udah berhenti berdetak. Aku rasanya pengen bunuh diri ketika melihat kamu.” Laki-laki itu mengeratkan genggaman tangannya pada Namika. “Perasaanku bergejolak dan aku enggak bisa mengendalikan diriku sendiri. Instingku mengambil alih dan terbentuklah tanda ini.” Namika kemudian menyadari jika ada sebuah tanda yang mirip seperti tato. Tato itu berbentuk sebuah gelombang air di laut. Aruna tersenyum kecil dan menunjukkan tanda yang sama di tulang selangkanya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as mourning tide
Read
+Library
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Ada raungan dan geraman. Dan suara pembantaian dan gemuruh tembakan artileri. Gelombang suara besar jatuh seperti gelombang yang mengepul, sepertinya ingin menelan seluruh Kota KX. "Gelombang Mora Ini ..." Ekspresi Tania berubah drastis. “Bisakah KX City menghentikan Demon Tide sebesar itu? Tidak akan terjadi apa-apa pada ayahmu dan Yosie, kan?”
1065.9K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as mourning tide
Read
+Library
MOIROE

MOIROE

Isaura melirik ke arah sosok yang baru saja berbicara, Isaura merentangkan satu tangannya dan memberikan isyarat mata kepada pihak lain untuk datang padanya. Sosok itu berjalan dengan teguh, tetapi pada akhirnya ia masih bergabung dalam pelukan itu. Dan mereka bertiga segera jatuh dalam keheningan guna melepaskan rindu yang telah menunggu selama tujuh ratus tahun. Sosok terakhir, Morta, dewi yang menentukan kematian mengusap puncak kepala Isaura setelah melepaskan pelukan di antara mereka, "bagus kau ingat untuk kembali pada kami."
1025.9K viewsCompletedAdded to Library 778 Times as mourning tide
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as mourning tide
Read
+Library
You may also like
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM
Historical · QUEEN NIS CA
19.5K views
PERMAISURI YIN
PERMAISURI YIN
Historical · Rosa Rasyidin
18.9K views
Black Finger (Indonesia)
Black Finger (Indonesia)
Historical · Romaneskha
13.7K views
Selir Sang Pangeran
Selir Sang Pangeran
Historical · Queeny
13.6K views
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status