Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Orang yang memberi materi, memberi pelajaran, memberi info dan menjaga mahasantri di masing-masing lantai di sebut musrifah. Dini mulai berusaha adaptasi dengan kosa kata baru yang bakalan banyak muncul di ma'had ini. Dia mulai menunggu dan penasaran kegiatan apa saja yang bakal dia lalui malam ini. Sambil berharap semoga dia mampu ngikutinnya.
104.4K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as muta'alim
Read
+Library
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

kata Ya badrotim-min haza kulla kamali Wahai purnama yang indah lagi sempurna Madza yu'abbiru'an ulaika maqali Ketinggianmu tidak bisa terungkap dengan kata-kata Ma'as salaamah fii amaanih syaikhonaa Selamat jalan semoga dalam keselamatan wahai guruku Allahu Robbi-rham murobbii ruuhinaa ya Robbanaa Ya Allah Tuhanku, rahmatilah pendidik jiwa kami wahai Tuhanku Solla' alaikallahu robbi daa i man Sholawat Allah ke atasmu selama-lamanya Abada ma'al ibkari wal asoli Beserta siang dan malam juga selamanya Solla' alaikallahu robbi daa i man Sholawat Allah ke atasmu selama-lamanya
9.4121.1K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as muta'alim
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Semoga saja kata-katanya tidak terdengar oleh kakaknya. Sudah ke enam kali, barulah Daniel menemukan sosok pengajar Alquran yang cocok untuk dirinya setelah sebelumnya bergonta-ganti pengajar. Ustaz tersebut ialah salah satu kenalan Koko Jimmie yang aktif di MUI. Tiga kali dalam seminggu Daniel berkunjung ke kediaman Koko Jimmie yang menjadi tempat para mualaf untuk belajar membaca Alquran dari nol hingga fasih. Bahkan tahsin dan tahfidz juga bagian dari agenda belajar mereka.
10146.7K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as muta'alim
Read
+Library
Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua

Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua

Salah satu kitab kuning yang paling dikuasai Arkan adalah Ta'limul Muta'alim, dan itulah yang diisinya siang ini. Suara bariton pria itu terdengar menggelegar di aula besar saat berdiskusi dengan kedua kakak laki-laki Tasha, sebagian didominasi semangat karena ini adalah kajian kesukaannya, dan sebagian lagi bahagia karena bisa tampil didampingi istri yang sangat dia cintai.
16.2K viewsOngoingAdded to Library 600 Times as muta'alim
Read
+Library
Transmigrasi Menjadi Guru Terhebat Di Akademi Bela Diri

Transmigrasi Menjadi Guru Terhebat Di Akademi Bela Diri

"...Tahu, Pak. Yang di kop surat dinas pendidikan itu kan." "Handayani itu artinya mendorong, mendukung dari belakang." Ryan menyilangkan tangan dengan ekspresi sangat serius. "Guru yang berdiri di depan dan ngatur segalanya dari hari pertama itu bukan pendidik, itu komandan. Muridnya tidak akan pernah bisa berpikir sendiri."
101.3K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as muta'alim
Read
+Library
Gus Mantan

Gus Mantan

Nabhan tetap kukuh. "Oh, Papah tahu. Guse habis baca Kitab Ta'limul Muta'allim karya Imam Az Zarnujy, yang mana disebutkan bahwa diantara pantangan penuntut ilmu adalah sembarangan makan dan mengudap dipinggir jalan. Hal itu dilakukan demi menjaga kehormatan diri demi keberkahan ilmunya." "Bener begitu?" tanyaku. Nabhan mengangguk mengiyakan.
1043.0K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as muta'alim
Read
+Library
Gus! I Lap Yuh!

Gus! I Lap Yuh!

“Kalau kamu masih mau nerusin tujuanmu, monggo, Mut. Tapi maaf, aku nggak ikutan. Aku udah nggak ada muka disini. Orang yang terus kamu hina-hina di depanku, nyatanya malah lebih baik dari kamu yang pengetahuan agamanya tinggi.” “Oh, ya udah. Aku tetep tinggal. Aku disini mau memperdalam ilmu agama ku. Mau ngelakuin riset. Kalau kamu mau pulang, pulang aja.” Tutur Mutia, masih bertahan dengan keras kepalanya.
9.37.9K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as muta'alim
Read
+Library
Suamiku Mualaf Kaya Raya

Suamiku Mualaf Kaya Raya

Goda Yudha mencoba menetralkan pembicaraan mereka agar tidak terlalu tegang. "Ah, kau bisa saja, mas," Rahma tersipu. "Tentu saja, andai aku tidak yakin akan pertolongan tuhan, aku pasti sudah menyerah dan kembali pada kakek. Meskipun jadi marbot masjid, setidaknya aku masih bisa makan dan memiliki tempat berteduh," ungkap Yudha getir, kala mengingat betapa sulit hidupnya pada awal-awal keputusannya menjadi mualaf.
8.2175.8K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as muta'alim
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status