Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rekan Kerja Suamiku

Rekan Kerja Suamiku

Bobi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Robert, “Benar! Kak Tesamu sudah ikut denganku bertahun-tahun, tapi satu anak pun nggak bisa dia kasih.” “Aku nggak menceraikannya saja sudah syukur. Kalau aku mau cari hiburan di luar, dia nggak punya hak untuk mengeluh!” Mendengar itu, keningku semakin berkerut. Aku menggigit pao dua kali, tapi rasanya benar-benar hambar dan tidak enak. Aku langsung mengambil sepiring pao daging di meja dan berjalan keluar. Bobi bertanya aku mau bawa pao itu ke mana, aku bilang paonya sudah basi, mau dikasih makan anjing saja.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

“Apa? Alasan kamu nikah lagi hanya karena ingin seorang anak lelaki. Kamu gila, Mas! Gila! Aku tak sudi berbagi, Mas! Aku tak sudi! Sekarang kamu silakan pilih? Aku atau Reta?” Bapak menarik napas kasar. Dia menyugar rambutnya ke belakang. Ditatapnya wajah Ibu lekat-lekat. “Apa kita gak bisa menjalani ini bersama-sama. Bukankah kamu dan Reta sudah bersahabat lama?” Suara Bapak terdengar bergetar. Kulihat ada kilat risau dari tatapan matanya.
1095.0K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Suasana hening sejenak, meninggalkan suara televisi yang bernyanyi sendirian. “Ma … Mama kasihan sama Papa apa tidak sih?” Aku memulai percakapan dengan Mama, percakapan yang sudah lama aku simpan dalam hati. Sebenarnya aku kasihan sama Papa yang setiap hari bekerja kecuali hari minggu. Berangkat pagi, pulang tidak menentu.
8.910.0K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Aku menyahut sambil sebisa mungkin menekan gumpalan air mata biar nggak terjatuh, "Kami baik, Mbah dan Mbah juga Papa apa kabar?" Ooohhh, syukurlah, mereka sehat dan baik-baik saja. Papa juga semakin sibuk dan terlihat bersemangat berjuang di Cipta Karya Abadi. Mendengar kabar mereka saja, rasanya sudah amazing tralala. Ummm, sepertinya aku harus menjadwalkan lagi, menelepon Papa setiap Sabtu pagi dan Video Call setiap Minggu pagi. Toh, aku dan Kenzy sudah baik-baik saja sekarang, nggak perlu kucing-kucingan lagi. Iya, kan? Nggak ada yang harus ditutup-tutupi lagi lah, intinya.
1020.7K viewsCompletedAdded to Library 600 Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
My Daughter's Teacher

My Daughter's Teacher

ucap Mardina. “Mama ini gimana, besok kan hari sabtu, Ma. Ya aku emang libur kan?” “Oh iya, Mama lupa. Kok Mama sampai bisa lupa hari gini ya?” gumam Mardina. “Jadi ini yang kurang liburan aku atau Mama?”
1024.0K viewsCompletedAdded to Library 911 Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

"Ya, Pa?" "Papa ingin kamu ikut menemani Papa dan mama makan malam besok Sabtu." "Bukannya Papa mengundang teman Papa?" "Betul, dan makan malam besok itu sekalian untuk membicarakan soal perjodohan kemarin."
1034.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Dia mengatakan, seperti mendapat sahabat lain ketika bertemu dengan Kalila. “Kalian ke sini mau ngobrol sama Papa?” Mama melihatku dan Sasi bergantian. Kami mengangguk serentak. “Aku mau bicara sebentar dengan Papa. Boleh, Ma?” lontar Sasi hati-hati. “Tentu boleh, Sayang.” Mama berdiri sambil berpegangan ke kursi goyang. “Mama di sini aja,” tahan Sasi memegang tangan Mama, “mungkin malam ini terakhir kali untuk Papa berada di dunia.”
1045.3K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
So I Married the Perfect Rival

So I Married the Perfect Rival

"Ya sabar dong, Ma. Besok hari sabtu Ginan bawa ke rumah." "Mama udah nggak sabar! Mama kan mau kenalan. Nggak bisa sekarang aja apa?" Ginan menghela nafasnya pelan. "Nggak bisa. Dia juga lagi sibuk, Ma." Terdengar helaan panjang dari seberang sana. Ginan bisa membayangkan bagaimana ekspresi mamanya saat ini. Pastilah sedang memasang wajah cemberutnya seperti orang yang sangat malang sekali. Memang begitu mamanya. Suka mendrama.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
Babu Dimata Suami Ratu Dimata Tetangga

Babu Dimata Suami Ratu Dimata Tetangga

“Kenapa Papi tidak datang ke rumah Oma?” “Papi tidur, badanya sakit katanya Oma,” ucap Putri, sama persis seperti yang diajarkan Gemma pada mereka. Semua orang ikut bigung dengan persaingan kedua besan tersebut. Gemma mendekat dan menyapa ibu mertuanya. “Ibu, apa kabar.” Gemma ingin menyalim tapi di tampis sama ibu mertuanya. “Tidak usah salim-salim.” Gemma terjatuh ke belakang dan terduduk di tanah.
1019.0K viewsCompletedAdded to Library 740 Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
Satu Malam Bersama Adik Ipar

Satu Malam Bersama Adik Ipar

Seketika ia menghela nafas berat. “Sabar, Mas. Nanti kita masih banyak waktu. Tunggu mereka tidur ya?” Rania terkekeh. Semakin gemas melihat ekspresi wajah sang suami yang terlihat menahan gairah. Rafka pun mengangguk pasrah. Kemudian ia ikut berteriak dari tempatnya. “Iya, Sayang. Papa dan Mama akan datang.” Rafka segera membantu Rania untuk berdiri. Ia merangkul tubuh sang istri dan membawanya bergabung bersama putri kembar mereka serta yang lainnya.
9.9204.3K viewsCompletedAdded to Library 8.2K Times as sabtu bersama bapak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status