Aku, istri kedua
Fida Yaumil Fitri kering sudah air matakusampai dirumah aku menangispuisi rumahkuabang jarang pulang aku jarang dibelai
Aku memandang ke sumber suara, menatapnya lekat dengan senyum meremehkan.
Memang ia pikir, aku wanita apa? Bertanggung jawab seperti apa yang ia maksud? Bukan hanya lelaki keji, tapi attitude nya juga memang benar-benar rendah. Bagaimana mungkin ia mengajak wanita yang telah bersuami untuk menikah.
“Aku sudah bersuami,” jawabku datar tanpa melihat ke arahnya.
“Zulkifli dan Mbak Zahra tidak sebaik yang kamu kira!”