Ada sesuatu yang sangat menginspirasi tentang perempuan yang mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga. Aku ingat tetanggaku, seorang ibu dengan dua anak yang suaminya mengalami kecelakaan kerja hingga tak bisa bekerja lagi. Dia rela bekerja tiga shift sebagai perawat, sambil menyelesaikan S1 keperawatannya lewat kelas malam. Yang bikin aku salut, dia selalu bilang, 'Gak ada yang mustahil kalau kita mau berjuang buat keluarga.' Setiap pagi sebelum berangkat, dia masih sempat masakin sarapan buat suami dan anak-anaknya. Kisahnya mengingatkanku pada karakter Ibu Marni di sinetron 'Ikatan Cinta'—tapi ini nyata, bukan fiksi.
Yang paling mengharukan, anak sulungnya sekarang kuliah di fakultas kedokteran. 'Aku mau jadi dokter biar bisa obati Ayah dan bantu orang lain seperti Ibu,' katanya suatu hari. Rasanya semua kerja kerasnya terbayar sudah. Justru di saat-saat sulit, perempuan sering menunjukkan kekuatan yang bahkan mereka sendiri tak sadari memilikinya.