PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
ucap Raden Anom dan disetujui oleh Ki Lurah.
“Yang ketiga,” lanjut Raden Anom, “yang ingin saya sampaikan adalah...bahwa saya dan Nimas Isyana akan bersama-sama Ki Lurah dan Nyi Sulastri untuk tinggal di suatu tempat yang paling indah dan aman di atas jagat ini, menurut saya. Tempat di mana saya, biung saya, dan saudara-saudara seperguruan saya pernah kecil dan digembleng oleh guru kami. Saat ini, di sana ada seorang bocah yang saya tinggalkan yang telah saya angkat sebagai murid saya. Saat ini ia tinggal bersama Kanjeng Prabu Nararyawardhana (Prabu Nara) dan permaisuri. Beliau menyingkir di daerah itu setelah beliau lengser keprabon.”
“Hah? Prabu Nara...?” Ki Lurah kaget. “Tapi...bagaimana