Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
El Precio de la Traición

El Precio de la Traición

Estaba a punto de dar a luz cuando Liana, la ex de mi esposo, llegó a nuestra casa con la excusa de que solo se quedaría unos días. Cada vez que me veía, se llevaba la mano al pecho, como si el solo hecho de verme embarazada la hiciera sufrir. Bruno, mi esposo, estaba convencido de que yo estaba provocándola a propósito, solo por tener la barriga enorme. —Lia no se siente bien, no puede tener hijos. ¡Y tú sigues paseándote así, como si nada! ¡Se nota que necesitas una lección para que aprendas! Dicho esto, mandó que me encerraran en el viejo ático que llevaba años sin usarse, y ordenó que nadie me subiera comida. Lloré y le rogué que me dejara salir. Le expliqué que la última ecografía mostraba que los gemelos eran enormes, que el doctor había dicho que debía ir al hospital de inmediato. Pero, para él, eso fue como si le contara un chiste sin gracia. —Todavía faltan tres días. No me vengas con cuentos —me respondió sin una sola gota de compasión—. ¡Ve al ático y ponte a pensar en lo que hiciste! ¡Pagarás por estar molestando a Lia! Las contracciones eran tan brutales que, arañando la madera podrida, acabé arrancándome las uñas. Gritaba tan fuerte que me dolía la garganta, pero nadie acudió en mi auxilio. La sangre me cubría el cuerpo y empapaba todo el suelo. Uno de los bebés ya había salido, pero el otro se quedó atrapado en mi vientre, atorado en un baño de sangre. Tres días después, Bruno estaba sentado, tomando sopa y, como si nada, dijo: —Que Michelle me sirva más sopa y le pida perdón a Lia. Si lo hace, la llevaremos al hospital para que tenga a los niños. Nadie dijo nada. Porque la sangre que bajaba desde el ático ya había llegado hasta el segundo escalón.
Baca
Tambahkan
Sang Penguasa Arthur Gardner

Sang Penguasa Arthur Gardner

Arthur yang hanya menjadi seorang petugas pembersih di sebuah perusahaan terkenal, selalu dibuli dan dihina oleh sepupunya yang memiliki posisi tinggi di sana. “Lihat, Arthur, mantan tunanganmu sangat cantik. Kamu bahkan tidak bisa memegang tangannya atau memenangkan hatinya. Bisakah kamu bayangkan kegembiraan yang aku rasakan saat aku memeluk gadis impianmu?" lanjut Marco dengan nada mengejek. Untuk membuat segalanya semakin buruk, saudaranya itu bahkan mengencani dan mencium kekasihnya tepat di hadapannya! Namun suatu hari, hidupnya berubah secara drastis. [Ding!] [Mengikat Sistem VIP ... [Misimu adalah untuk menjadi orang yang sangat dihormati, memperoleh kekayaan, ketenaran, dan memiliki setiap wanita yang Anda inginkan.] [Bank Central World] Saldo rekening Anda yang berakhir dengan xxx69 adalah USD 10.000.000.000.000,00. "Tunggu. Apa ini benar? Pasti ada kesalahan." [Tuan, lakukanlah perbuatan baik, dan Anda akan mendapatkan poin keterampilan. Dengan poin VIP, Anda dapat meningkatkan keterampilan apapun yang Anda inginkan dalam hidup.] [Selamat sekali lagi! Tuan.]
Urban
1061.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Akibat Percaya Pekerja Magang

Akibat Percaya Pekerja Magang

Pekerja magang baru itu selalu memikirkan perusahaan. Demi menghemat biaya, dia secara diam-diam menukar lapis legit seharga 20 juta yang akan kukirimkan pada klien dengan lapis legit abal-abal seharga 19.800 dengan gratis ongkir yang dibelinya di Shopee. Demi menghemat listrik, pekerja magang itu mematikan sakelar listrik saat kami sedang bekerja lembur untuk mengejar target. Dia juga mengusulkan pada bos agar kami tidak libur pada hari kemerdekaan. Pekerja magang itu berkata dengan nada tegas, "Perusahaan nggak membayar orang-orang pemalas. Kurasa hari kemerdekaan adalah saat yang terbaik untuk meningkatkan kinerja. Aku mengusulkan agar semua orang kerja lembur secara cuma-cuma, sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih pada perusahaan." Para karyawan yang jabatannya rendah langsung menggerutu. Aku angkat bicara mewakili semua orang untuk menolak usulannya. Akan tetapi, dia secara terang-terangan menuduhku memperkaya diri sendiri dan menyarankan pada bos agar memecatku. Anehnya, bos justru menyetujuinya. Oke, aku ingin lihat bagaimana perusahaan ini berjalan tanpa diriku.
Baca
Tambahkan
¿El precio de no elegirme? ¡Su locura!

¿El precio de no elegirme? ¡Su locura!

El día del divorcio, solo me llevé la ropa de la boda. La casa, el auto, el dinero, las hijas... todo se lo dejé a mi esposo, Daniel Vegas. Él me miró con sorpresa y esbozó una sonrisa burlona: —¿Estás segura? Criaste a las tres niñas con tus propias manos, ¿tampoco las quieres? —Si de verdad no quieres nada, tampoco te pediré la pensión alimenticia. Así será justo. Firmé rápido los documentos del divorcio y dije con tono sereno: —Sí, muy justo. Daniel dudó un momento antes de estampar lentamente su firma. —Si te arrepientes, puedes... Interrumpí su frase con un gesto de la mano y me fui sin volver la mirada. Daniel siempre decía que me casé con él por dinero e influencia, e incluso intentó atarlo a través de los hijos. Pero ya no importaba. Cuando al fin viera mi cadáver, lo entendería.
Baca
Tambahkan
Setelah Teman Masa Kecilku Menipuku untuk Pindah Sekolah

Setelah Teman Masa Kecilku Menipuku untuk Pindah Sekolah

Aku setuju untuk menemani teman masa kecilku, yang mengaku menjadi korban perundungan, untuk pindah sekolah bersama. Namun, tepat sehari sebelum berkas kepindahan disahkan, dia menarik kembali ucapannya. Sahabatnya mencemooh. "Hebat juga kamu. Berpura-pura dirundung sekian lama hanya demi menyingkirkan Deandra." "Tapi dia itu teman masa kecilmu, apa kamu benar-benar tega membiarkannya pergi sendirian ke sekolah asing?" Samanta menjawab dengan nada datar, "Ini cuma sekolah lain di kota yang sama, memangnya sejauh apa sih?" "Lagi pula, aku sudah bosan ditempel terus olehnya setiap hari. Begini lebih baik." Hari itu, aku berdiri di depan pintu untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya memutuskan untuk berbalik dan pergi. Hanya saja, pada formulir permohonan pindah sekolah itu, aku mengubah tujuannya. Dari SMA 3 Kota Hakan menjadi sekolah menengah atas di luar negeri, sesuai keinginan orang tuaku. Semua orang lupa bahwa antara aku dan dia, sedari awal memang ibarat awan dan tanah, terpaut jarak yang tak tergapai.
Baca
Tambahkan
La Audiencia Que Cambió Mi Destino

La Audiencia Que Cambió Mi Destino

Tres días antes de nuestra boda, mi prometido, Raphael Russo, fue asesinado en un tiroteo entre bandas. Ni siquiera encontraron su cuerpo. Mientras me ahogaba en el dolor, unos comentarios aparecieron frente a mis ojos: [¡Despierta, niña! ¡El ataúd está vacío! ¡Fingió su muerte! El infeliz huyó para estar con esa perra manipuladora de Chloe, la que finge estar enferma]. [Mientras tú te desmoronas llorando en el funeral, Raphael se está revolcando con Chloe en la cama de un hotel]. [Cuando regrese, dirá que tiene amnesia. No sabrás nada y lo perdonarás. Pobrecita...]. Un mes después, la noticia de mi matrimonio con el Don de la mafia, Marcello Falcone, se extendió por toda Nueva York. La mano derecha de Raphael me acorraló, furioso. —¿Cómo pudiste traicionar al Jefe? Sujeté con más fuerza el brazo de Marcello y sonreí. —Una mujer no puede guardar luto para siempre, ¿verdad? Estoy segura de que Raphael, en espíritu, se sentiría feliz por mí.
Baca
Tambahkan
O Preço Que Ele Mesmo Pediu

O Preço Que Ele Mesmo Pediu

No dia do divórcio, eu, Lídia Duarte, saí vestindo apenas uma muda de roupa do tempo de casada. A casa, o carro, o dinheiro, as crianças, deixei tudo para Cristiano Reis. Ele me olhou com certa surpresa e zombou: — Você pensou bem? As três filhas que você criou com as próprias mãos, também não as quer mais? — Se você realmente não quer nada, eu também não vou te cobrar pensão alimentícia. Assim fica justo. Assinei o acordo rapidamente e disse com indiferença: — Sim, muito justo. Cristiano hesitou por um instante antes de assinar lentamente seu nome. — Se você se arrepender, nós não precisamos... Acenei com a mão, interrompendo-o, e saí sem olhar para trás. Cristiano costumava dizer que eu me casei com ele por dinheiro e poder, e que eu tentava amarrá-lo usando as crianças. Mas não tem problema. Quando ele for recolher o meu corpo, ele entenderá.
Baca
Tambahkan
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Saat berusia sembilan tahun, aku terkena gelombang kejut dari ledakan saat menyelamatkan Andre Yunandi, dan sejak itu aku memakai alat bantu dengar. Dia merasa sangat bersalah. Dia berinisiatif melamarku, bersumpah dengan mata merah, “Dik Tasya, aku akan melindungimu seumur hidupku.” Tetapi di tahun saat kami berusia delapan belas tahun. Demi lulus tes di depan gadis idaman sekolah, Andre sendiri melepas alat bantu dengarku. Di depan gadis idaman sekolah itu dan teman-teman sekelasku, dia berkata dengan nada jijik, “Si Beban, aku sudah muak denganmu sejak lama.” “Tahun itu, saat kamu berusia sembilan tahun, aku benar-benar berharap kamu tidak diselamatkan dan justru meninggal.” Aku menggenggam laporan pemulihan telingaku, tak mengucapkan sepatah kata pun. Sesampainya di rumah, aku diam-diam mengubah pilihan seleksi nasional berdasarkan tes-ku. Setelah itu, aku pergi bersama orang tuaku ke rumah Andre untuk membatalkan pertunangan. Andre, mulai sekarang, pertemuan kita berakhir di sini. Aku dan kamu, tak perlu lagi bertemu.
Baca
Tambahkan
Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Saat menghadapi turbulensi di ketinggian 10.000 meter, pilot Devan Mahendra membuat pengakuan yang menegangkan kepada kopilotnya, Bianca Putri. Keduanya saling mencurahkan isi hati, tanpa menyadari bahwa istri Devan, Evelyn Adiwangsa, juga berada di pesawat itu. Suara Devan yang penuh kasih sayang menikam telinganya seperti pisau. "Bianca, aku akan menikahimu." Pada saat yang sama, Kenzo Mahendra, putranya sendiri yang duduk di depannya, berkata dengan nada jijik. "Dia nggak pantas jadi ibuku." "Aku mau Tante Bianca jadi ibuku." Dengan hati hancur lebur, Evelyn menelepon asistennya setelah pesawat akhirnya mendarat dengan selamat. "Aku bersedia jadi subjek uji coba obat mati suri itu. Aku ingin pergi dari suami dan anakku." Evelyn memilih untuk meninggal pada hari jadi pernikahan mereka. Setelah menyiapkan segalanya, dia meminum obat mati suri itu dengan tenang. Saat dia terbangun lagi, hidup baru akan menyambutnya. Setelah mendengar kabar kematian istrinya, Devan meraung dalam keputusasaan hingga menggila.
Baca
Tambahkan
Los 5 Alfas de Mía

Los 5 Alfas de Mía

su tono era extremadamente suave, como si yo fuera su tesoro más preciado. Apretó su agarre y acarició mi cintura con una de sus grandes manos con ternura. El calor que se filtraba a través de mi ropa encendió mi cuerpo.No te resistas —ordenó mientras me besaba. Cerré los ojos, correspondiéndole el beso, deseando más.—Dime que me eliges... —susurró en mi oído, enviando escalofríos por mi espalda.No pude evitar temblar de deseo Sin embargo, todo lo que pude hacer en respuesta fue apartarlo.—Lo siento...Desde que Mia nació, la desgracia la persiguió. Nada funcionaba en su vida. Estaba desesperada por una salida cuando dos alfas poderosos e increíblemente guapos la salvaron de su miseria. Desde entonces, hombres atractivos seguían apareciendo a su alrededor, y sus problemas desaparecían uno por uno."Los 5 Alfas de Mía" es una creación de A.B Elwin, una autora de eGlobal Creative Publishing.
Hombre lobo
728.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1415161718
...
25
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status