Nayla
Sedangkan Abel hanya memandangi punggung Nayla.
Sedih, marah, dan kecewa itu sudah jelas. Perasaan yang tergambar untuk kawan-kawannya, kalau kabar gembira Nayla tidak akan sekecewa ini tapi ini adalah kabar yang mengejutkan. Apalagi Abel cerita karena di fitnah.
"La tenang dulu. Lo mau kemana?" Dimas terus saja mengikuti Nayla.
"Gue mau jengukin Raka. Lo mau anterin gue? Serah lo, nggak mau juga gakpapa," ucap Nayla sambil berjalan cepat. Tanpa sadar air matanya sudah mengalir.