Aku Menikah di Depan Pria yang Hancurkan Aku
Pada malam ketika geng musuh keluargaku menyerbu pesta dansa, aku dijadikan sandera.
Pacarku, Nathan, dan sahabat terdekatku, Rudi, berdiri cuma beberapa langkah dari aku.
Namun mereka malah pilih lindungi sepupuku, Ayu.
Beberapa jam kemudian aku diselamatkan oleh seorang pria misterius dalam keadaan memar, gemetar, dan seolah telah dilupakan.
Nggak ada seorang pun yang tanya ke aku apa yang telah terjadi.
Nathan cuma bilang, “Ayu ketakutan. Dia lebih butuh kami.”
Beberapa hari kemudian, Ayu undang aku ke pesta ulang tahunnya.
Aku datang demi sopan santun, cuma untuk saksikan dia jadikan aku penjahat dalam kisah versinya sendiri.
Nathan dan Rudi berdiri di sisinya lindungi dia lagi.
Malam itu, aku pun ucapkan “Oke” pada perjodohan yang telah disiapkan keluargaku sejak bertahun-tahun lalu.
Saat aku tinggalkan kota, Nathan akhirnya kirim pesan, marah, terluka, tersinggung.
[Kamu beneran pergi?]
Aku balas hanya dengan satu kalimat: [Silakan datang ke acara pernikahanku.]