PESONA MAS IPAR
Tak ada salahnya aku merapikannya dulu sebelum meninggalkan rumah ini sekali lagi, pikirku.
Di depan lemari aku jongkok, namun aku tidak langsung merapikan. Mataku menyapukan pandangan ke seluruh ruangan. Kamar yang begitu bersih dan putih. Sama seperti di kantornya, serba mengkilap tanpa setitik pun noda dan debu. Kubuka kotak obat yang tadi dibawa Dimas ke bawah. Beberapa obat anti gatal, alergi, penenang, dan anti depresi ada di sana. Juga beberapa catatan dokter, dan berkas lainnya. Penasaran aku membuka salah satunya. OCD. Tanganku gemetar.