Pembantu Cantik Pemuas Hasrat Sang Pewaris
Warung sederhana yang kini begitu akrab dalam hidupnya.
Jika dulu dia tidak pernah belanja di warung, kini semua kebutuhannya rata-rata di beli di warung.
“Bu, ada obat masuk angin?” tanya Arsila begitu sampai di warung.
Pemilik warung, Bu Indah, menatapnya lalu tersenyum. “Ada, Arsila. Mau berapa?”
“Dua, ya.”
Namun sebelum Bu Indah menyerahkan obat itu, wanita paruh baya itu menatap wajah pucat Arsila dengan raut prihatin.