Bunga Ilalang, Mahkota perawan desa
Mas Adit mengambil Dinda dari gendonganku lalu tangannya menggamit tanganku, aku coba lepas karena risih tapi Mas Adit justru mempererat memegang tanganku sambil berbisik, "nggak usah gedhe kepala, aku nggandeng tangan kamu supaya nggak jadi bahan omongan ibu-ibu itu. Masak pengantin baru kayak musuh."
"Assalamu'alaikum, Ibu ibu," sapa Mas Adit pada ibu-ibu yang berkumpul di teras rumah Pak RT.
"W*'alaikumsalam. W*h, ada pengantin baru ini. Sudah plong ya, Nak Adit?" tanya Bu RT.
"Bu RT bisa saja."