Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Lin Xuan mengukir pola-pola Armor Pertempuran Teratai Merah di tubuhnya, membentuk pertahanan kokoh untuk menahan kobaran api yang mengerikan.
1012.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 513 kali sebagai one piece red shanks
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Panglima Chu yang masih penasaran dengan sinar merah tersebut akhirnya ikut berlutut karena melihat sang Raja yang juga berlutut. Shi Tan dan delapan iblis lainnya menatap tajam kearah sinar merah keemasan tersebut. Mereka belum menyadari, siapa yang datang. Perlahan sinar merah itu meredup dan menghilang. Dan terlihat satu sosok bocah yang melayang dengan mata menatap marah kearah Shi Tan. Rambutnya yang panjang di ikat sedemikian rupa hingga terlihat seperti sepasang Tanduk bulat di atas kepalanya.
1076.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai one piece red shanks
Baca
+Pustaka
The Seven Phoenix Shards

The Seven Phoenix Shards

Kelopak mata berbentuk pisau itu adalah bagian penting, dari kesempurnaan magis guardian sejati. Warna merah pada mata sebelah kiriku adalah wujud dari kehancuran, kesialan, kesedihan, serta segala hal buruk dalam takdir. Kelopak mata berbentuk phoenix terbang itu adalah pemberian, dari kekasihku dulu—Sang Dewi Phoenix. Aku jarang menggunakan kekuatan sihir, tetapi ketika sekali saja menggunakannya, kekuatanku dapat menghancurkan seluruh universe.
95.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai one piece red shanks
Baca
+Pustaka
Suami Adikku Memuja Rahimku

Suami Adikku Memuja Rahimku

Matanya yang gelap terus menelanjangi penampilanku, seolah sedang menghafal setiap inci tubuhku. "Gaun ini..." Shaka melangkah maju. Satu lututnya bertumpu di atas kasur, mengikis jarak hingga panas tubuhnya mengepung indra penciumanku. Jemarinya yang panjang menelusuri garis bahuku yang terbuka, membuat bulu kudukku meremang hebat. "Sangat pas untukmu, Sekar. Merah selalu menjadi warnamu. Berani, tapi juga terlihat sangat menggoda untuk dilepaskan." Aku menelan ludah, suaraku nyaris hilang. "Mas Shaka..."
10524 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai one piece red shanks
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status