Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
A Amante que Virou Cunhada

A Amante que Virou Cunhada

Por muito tempo, Augusto Carvalho foi a única luz na vida de Margarida Cardoso. Até o dia em que ele declarou: — Meu casamento com Leonor não vai ser cancelado. Se quiser, pode continuar sendo minha amante. Foi naquele instante que Margarida despertou para a realidade. O brilho que um dia a iluminava se transformava, de repente, na sombra pesada que agora pairava sobre ela. Naquela mesma noite, Margarida deixou a casa sem olhar para trás. Todo mundo diziam que ela, uma órfã, sem a ajuda da família Carvalho, teria que se curvar a uma realidade de humilhação e súplicas em poucos dias. Porém, para o choque geral, no dia da cerimônia que uniria as famílias Almeida e Carvalho, Margarida reapareceu com uma aura de inusitada elegância. Vestida com um deslumbrante vestido vermelho, de braços dados com o líder da família Almeida. A mulher que todos davam como derrotada agora brilhava como a cunhada do noivo. Todos os presentes ficaram boquiabertos. Augusto acreditou que Margarida ainda se curvava a ele, e com os dentes cerrados, deu um passo à frente para agarrá-la. Foi quando uma voz cortante e gelada parou todos no salão: — Dá mais um passo e vamos ver o que acontece.
Romance
8.1149.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta Yang Tak Pernah Sampai Di Pelaminan

Cinta Yang Tak Pernah Sampai Di Pelaminan

Setelah lima tahun berpacaran, pacar pengacaraku membatalkan acara pernikahan denganku sebanyak 52 kali. Pertama kali adalah karena gadis pekerja magang yang dibimbingnya membuat kesalahan dalam mengisi formulir di firma hukum, jadi dia bergegas kembali, meninggalkan aku sendirian di pantai selama seharian. Kedua kalinya, di tengah acara pernikahan setelah mengetahui gadis pekerja magang itu dipersulit oleh pengacara lain, dia kembali untuk membantu, meninggalkan aku untuk ditertawakan oleh para tamu. Setelah itu, kapan pun aku mengadakan acara pernikahan, gadis pekerja magang itu akan selalu memiliki berbagai masalah dan membutuhkannya. Akhirnya, aku putus asa dan memutuskan untuk putus. Pada hari aku pindah dari Kota Alia, dia menjadi gila dan mencari aku ke mana-mana.
Short Story · Romansa
36.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Grávida do Magnata, Ex-Marido em Desespero

Grávida do Magnata, Ex-Marido em Desespero

Depois de se casar, Alice Castro recebeu o diagnóstico que caiu como uma sentença: ela tinha enorme dificuldade para engravidar. Ela enfrentou hormônios, injeções e incontáveis consultas até, finalmente, conseguir uma gestação por fertilização in vitro. Mas, quando ela mal começava a se acostumar com a ideia de ser mãe, um choque ainda maior veio à tona: os bebês na barriga dela, na verdade, eram filhos do próprio marido com o primeiro amor dele. — Mano, você foi genial dessa vez. Fez a Alice gerar os filhos seus com o seu primeiro amor. Quando as crianças nascerem, vão ser de vocês dois. A Alice, no fim, não passa de uma barriga de aluguel. O marido de Alice, Michel Monteiro, deu um sorriso frio, sem nenhum traço de culpa: — A Iolanda morre de medo de sentir dor. Como é que ela ia aguentar tudo o que uma gravidez exige? A Alice sempre quis ter filhos meu. Eu só realizei o sonho dela. Alice passou a odiá‑lo com cada célula do corpo. Só que, no hospital, outro segredo veio à superfície: Michel tinha esperma fraco, quase infértil. O laboratório tinha trocado os embriões. Os bebês que Alice carregava não eram do Michel. Eram filhos dela com um magnata misterioso. Ninguém jamais tinha amado Alice de verdade. Então ela pensou: "Se ninguém me ama, vou colocar esses filhos no mundo e deixar que eles me amem." Quando Alice finalmente conseguiu se divorciar e estava pronta para ir embora sem olhar para trás, o ex‑marido, Michel, desabou num arrependimento tardio: — Amor, não vai embora! Nesse exato momento, o homem misterioso apareceu atrás de Alice. Ele a puxou para dentro do abraço dele, sem a menor cerimônia. — Fiquei sabendo que você está grávida de filhos meus? — Perguntou ele, com a voz baixa, firme, como quem não aceitava discussão.
Romance
1.4K viewsOngoing
Read
Add to library
Ela Pediu o Divórcio com o Bebê nos Braços — e Ele Surta!

Ela Pediu o Divórcio com o Bebê nos Braços — e Ele Surta!

Casada há cinco anos, Luísa jamais imaginou que o próprio marido teria coragem de pedir que ela o "compartilhasse" com outra mulher. — Ela é muito importante para mim. Quero que você aceite a existência dela. — Disse ele. E ainda completou. — Contanto que você concorde, será para sempre a Sra. Monteiro. Ninguém jamais vai abalar a sua posição. Ela o conheceu quando estava no auge da desgraça. Rodrigo se casou com ela, a mimou, a encheu de cuidados. Luísa sempre acreditou que ninguém poderia amá-la mais do que ele. Mas agora descobria que tudo não passava de uma grande piada. Rodrigo nunca pensou que a mulher que ele havia cuidado com tanto carinho teria a ousadia de pedir o divórcio. Ele não a impediu, cedeu à teimosia dela, certo de que, ao não conseguir viver sem ele, ela voltaria para implorar seu retorno. Mas Luísa, apesar de ter um nome delicado, tinha um gênio forte. Preferiu se chocar contra a vida até sangrar, do que olhar para trás. — Você não consegue ceder, nem uma vez? — Perguntou ele. Mais tarde, Luísa cedeu. E foi justamente nessa vez que desapareceu por completo do mundo dele. Depois disso, Rodrigo, que nunca havia sentido medo antes, descobriu o que era estar aterrorizado. Mais adiante, Luísa apareceu diante dele de braços dados com outro homem. — Luísa, como você pode ser tão cruel? — Com os olhos vermelhos, Rodrigo disse, a encurralando contra a porta, tomado pela loucura da saudade.
Romance
8.263.7K viewsOngoing
Read
Add to library
Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Pada hari Idul Adha, aku menyiapkan satu meja penuh hidangan kesukaan Brian. Namun lagi-lagi, dia tidak datang. Aku terdiam sejenak, lalu dengan cekatan membuka postingan instagram, orang yang cinta sejati Brian. [Harus diberi pujian! Aku baru bilang lampu rusak, dia langsung meninggalkan pacarnya demi datang ke sini.] [Tolong pertahankan sifat yang lebih mementingkan teman daripada pacar.] Fotonya memperlihatkan Brian yang sedang berdiri di atas bangku, mendongak untuk mengganti lampu. Dia menopang kaki Brian dengan kedua tangan, wajahnya tanpa sengaja menyapu bagian paling sensitifnya. Brian tidak menghindar, malah menyunggingkan senyuman samar. Pemandangan itu begitu menusuk mata, tapi aku tidak lagi menangis ataupun marah. Aku hanya dengan tenang memberi tanda suka, lalu mengajukan putus dengannya. Brian tidak percaya sama sekali. “Paling hanya mengambek saja, cuekin saja beberapa hari. Nanti aku hanya perlu ulurin tangan saja, dia pasti bakal luluh lagi.” Namun, Brian tidak tahu, aku bisa begitu mudah luluh dulunya, karena aku mencintainya. Mulai sekarang, dia tidak akan pernah bisa membujukku lagi.
Short Story · Romansa
7.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Di hari ulang tahunku, tunanganku menukarkan poin supermarket untuk membelikanku sepasang sarung tangan cuci piring. Namun, di lelang, dia menawar paling tinggi demi membelikan permata seharga 10 miliar untuk cinta pertamanya. Aku marah, tetapi dia justru menuduhku sebagai perempuan materialistis. "Aku kasih kamu uang buat dipakai, bukannya sudah sewajarnya kamu melayaniku? Ini sebenarnya ujian terakhir yang mau aku kasih sebelum nikah. Kalau kamu lulus, kita nikah. Tapi kamu benaran bikin aku kecewa." Aku mengajukan putus, dan dia langsung berbalik melamar cinta pertamanya. Lima tahun kemudian, kami bertemu kembali di sebuah pulau liburan pribadi. Kevin melihatku mengenakan pakaian kerja sambil memungut sampah di pantai, lalu langsung melontarkan ejekan. "Celine, dulu kamu remehin sarung tangan yang kubelikan, sekarang malah mungut sampah di sini." "Sekarang, sekalipun kamu mohon agar aku nikahi kamu, aku nggak akan melirikmu lagi." Aku tidak menanggapinya. Pelajaran praktik sosial putraku berjudul membersihkan halaman belakang rumah bersama orang tua. Ayahnya memperluas halaman sampai ke tepi pantai, membersihkannya sungguh melelahkan.
Short Story · Romansa
2.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Short Story · Realistis
7.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Waktu Adalah Obat Terbaik

Waktu Adalah Obat Terbaik

"Bu Stacey, Anda telah berhasil membeli pulau tak berpenghuni ini. Tempat ini benar-benar terisolasi dari dunia luar. Begitu Anda masuk, nggak akan ada seorang pun yang bisa menemukan Anda. Selain itu, layanan keluarga khusus yang Anda inginkan juga sudah kami siapkan. Mereka semua telah menjalani pelatihan profesional dan akan memberikan Anda 100% kasih sayang."
Short Story · Romansa
8.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Pelajaran Pijat Khusus

Pelajaran Pijat Khusus

Aku berpura-pura jadi tukang pijat tunanetra profesional dan memberikan layanan ke rumah pada seorang nyonya muda. Namun, dia justru memanfaatkan kebutaanku, mengurungku, dan menyiksaku selama tiga hari tiga malam. Perasaan itu tidak akan pernah bisa aku lupakan...
Short Story · Gairah
21.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita

Laila Permata memiliki sebuah buku catatan yang dia beri nama [Memaafkan]. Enam bulan lalu, tepat di hari ulang tahun Laila, Bima Brahmana meninggalkannya demi pergi menemui Aya Safira, tanpa peduli sedikit pun terhadap perasaan Laila. Kemudian di satu halaman buku itu, Laila menulis [Memaafkan ke-93]. Tiga bulan lalu, hanya karena satu kalimat ringan dari Aya, yang katanya ia alergi bulu kucing, Bima langsung memberikan kucing yang telah menemani Laila selama bertahun-tahun kepada orang lain. Laila hanya bisa menulis lagi di salah satu halaman buku itu, [Memaafkan ke-94]. Sebulan lalu, Bima mabuk dan bangun di ranjang yang sama dengan Aya. Ia bersikeras mengatakan tak terjadi apa-apa. Alih-alih menunjukkan rasa bersalah, ia malah menuding Laila, menyebut Laila berpikiran kotor. Malam itu, Laila menulis dengan tangan gemetar, [Memaafkan ke-95].
Short Story · Romansa
7.2K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
2122232425
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status