Short
Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita

By:  SenaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
29Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Laila Permata memiliki sebuah buku catatan yang dia beri nama [Memaafkan]. Enam bulan lalu, tepat di hari ulang tahun Laila, Bima Brahmana meninggalkannya demi pergi menemui Aya Safira, tanpa peduli sedikit pun terhadap perasaan Laila. Kemudian di satu halaman buku itu, Laila menulis [Memaafkan ke-93]. Tiga bulan lalu, hanya karena satu kalimat ringan dari Aya, yang katanya ia alergi bulu kucing, Bima langsung memberikan kucing yang telah menemani Laila selama bertahun-tahun kepada orang lain. Laila hanya bisa menulis lagi di salah satu halaman buku itu, [Memaafkan ke-94]. Sebulan lalu, Bima mabuk dan bangun di ranjang yang sama dengan Aya. Ia bersikeras mengatakan tak terjadi apa-apa. Alih-alih menunjukkan rasa bersalah, ia malah menuding Laila, menyebut Laila berpikiran kotor. Malam itu, Laila menulis dengan tangan gemetar, [Memaafkan ke-95].

View More

Chapter 1

Bab 1

Hari ini, Laila terbaring di ranjang rumah sakit. Tatapannya jatuh pada kaki kanannya yang terluka, cedera akibat kecelakaan yang disebabkan oleh Aya. Pikirannya kembali pada saat kecelakaan itu terjadi, di detik pertama, Bima langsung berlari ke arah Aya tanpa ragu. Untuk ke-sekian kalinya, Laila membuka buku catatannya dan menulis, [Memaafkan ke-96].

Buku catatan itu hanya memiliki 99 halaman. Sama seperti hatinya, ia hanya mampu memaafkan Bima sebanyak 99 kali. Jika sampai halaman ke-99 terisi, maka saatnya dia pergi.

Laila menarik napas dalam-dalam, lalu menutup buku itu.

Saat ia hendak menyimpannya, Bima yang tertidur di sofa samping ranjang terbangun. Dia melihat gerakan Laila sambil mengucek mata dan bertanya dengan suara serak, “Apa yang kamu sembunyikan?”

“Bukan apa-apa, hanya catatan kerja.” Laila menjawab singkat, menghindari inti pembicaraan.

Setelah mendengar jawaban Laila, Bima tidak bertanya lebih jauh. Ia mendekat, memeriksa infus Laila. Sejak kecelakaan itu terjadi, Bima terjaga siang dan malam untuk menjaga Laila, tadi dia hanya tertidur di sofa selama dua puluh menit.

Melihat mata Bima yang memerah, Laila akhirnya tak kuasa menahan diri untuk berbicara.

“Dokter sudah bilang aku tidak apa-apa. Pulanglah dan istirahat dulu.”

“Mana bisa begitu?” Bima dengan spontan menolak.

“Kamu pasien, satu menit pun meninggalkanmu sendirian, aku tak tenang,” katanya sambil merapikan selimut Laila dan mengatur sandaran ranjang, setiap geraknya penuh perhatian.

Menatap pria di hadapannya, dengan ekspresi lembut, penuh cinta dan rasa simpati, bayangan lain tiba-tiba muncul di benak Laila.

Wajah Aya dua hari lalu, yang menatapnya dan berkata dengan senyum arogan, “Laila, kudengar tiga tahun lalu kamu sampai bertengkar dengan kakak kandungmu dan memutus hubungan keluarga demi Bima, lalu pergi bersama Bima ke Kota Jaya. Karena hal itu Bima jadi mencintaimu setengah mati.”

“Tapi coba tebak. Jika kita berdua kecelakaan di saat yang sama, menurutmu Bima akan menyelamatkan siapa dulu?”

Setelah mengatakan kalimat itu, Aya tak memberi Laila kesempatan untuk bereaksi dan langsung menginjak pedal gas. Seketika mobil meluncur menghantam pembatas jalan. Laila yang sama sekali tidak siap, pada detik tabrakan terjadi, salah satu kakinya terjepit dan darah pun mengalir deras.

Tak jauh dari sana, Bima yang mendengar suara benturan seketika berlari tergesa-gesa.

Namun, ia tidak langsung berlari ke arah Laila, melainkan menuju Aya lebih dulu. Pada detik itu juga, mimpi indah yang selama ini dirajut Laila, yang ia beri nama ‘Bima masih mencintaiku’, hancur berkeping-keping.

Naluri spontanitas manusia tak pernah berbohong. Di hadapan pilihan hidup dan mati, Bima telah memilih orang lain.

Ketika Laila hendak membuka mulut untuk menyuruh Bima pulang dan beristirahat, ponsel Bima tiba-tiba berdering. Ia melirik nomor di layar, untuk sejenak ekspresinya terlihat ragu ragu. Ia lalu menoleh ke arah Laila dan berkata, “Telepon dari kantor. Aku keluar sebentar untuk mengangkatnya.”

Usai berkata demikian, ia berbalik dan keluar. Tak lama kemudian, seorang perawat masuk untuk mengecek kondisi Laila. Tepat ketika pintu kamar didorong terbuka, suara dari ponsel Bima di luar terdengar jelas.

“Bima, bagaimana ini… aku mimpi buruk lagi… Aku selalu dihantui oleh bayangan Laila akan menabrakku sampai mati… cepat datang ke sini…”

Mendengar kalimat itu, wajah Bima langsung berubah, di matanya terbit rasa iba. Ia kemudian merendahkan suara, menenangkan dengan lembut, “Tenang, jangan takut. Aku akan ke sana sebentar lagi.”

Beberapa menit kemudian, Bima kembali ke dalam kamar. Ia mengecup kening Laila lalu berkata, “Maaf ya, sayang. Ada urusan mendesak di kantor. Aku harus segera pergi, nanti aku kembali ke sini untuk menemanimu lagi.”

Setelah itu, ia langsung bergegas pergi, bahkan tanpa menunggu jawaban Laila.

Tak lama berselang, seorang perawat muda masuk dengan senyum lebar sambil berbisik penuh gosip.

“Pria yang barusan keluar dari kamar ini tampan sekali. Bukan cuma tampan, tapi juga lembut. Dari tadi memegang ponsel sambil memanggil ‘sayang… sayang’, seperti sedang menenangkan pacarnya. Enak sekali ya, bisa punya pacar yang begitu perhatian…”

Seorang perawat senior yang mengetahui hubungan Laila dan Bima segera menepuknya. Barulah perawat muda itu sadar ada yang tidak beres dan cepat-cepat menutup mulut lalu pergi.

Laila menekan bibirnya rapat-rapat. Ia kembali mengeluarkan buku catatan yang baru saja disimpannya, lalu menulis lagi dengan tenang.

[Memaafkan ke-96. Dia pernah berkata akulah satu-satunya wanita yang akan dia panggil sayang, tapi ternyata dia membohongiku.]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
29 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status