Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Malam setelah aku didiagnosis hamil, vilaku tiba-tiba terbakar. Aku menahan rasa sesak dan mempertaruhkan nyawaku untuk berlari ke kamar putraku. Namun, ternyata tidak ada siapa pun di dalam sana. Tiba-tiba, aku mendengar sorakan bahagia di luar sana. "Kak Tasya, kamu keren sekali. Kamu pasti dapat juara satu pada lomba nanti!" Aku ingin menegur putraku yang membuat onar ini, tetapi tubuhku malah tertimpa tembok yang runtuh. Ketika kesadaranku mulai melemah, aku mendengar suamiku yang selalu bersikap tegas, memuji keberanian seorang wanita. Jika tebakanku tidak salah, seharusnya suami dan anakku membakar vila ini demi menyenangkan hati wanita itu. Aku hanya bisa menatap pintu yang begitu dekat denganku. Sebelum mati, aku mengirim sebuah pesan kepada suamiku.
Baca
Tambahkan
Ketika Aku Menjadi Ibu Susuan Profesional

Ketika Aku Menjadi Ibu Susuan Profesional

Siapa sangka, karena ASI berlebih, aku menjadi seorang ibu susuan. Kupikir tugasku hanya sekadar menyusui bayi, tapi ternyata…
Cerita Pendek · Gairah
66.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tipu Daya Pacar Ibuku

Tipu Daya Pacar Ibuku

Setelah suamiku meninggal, aku kembali tinggal bersama ibu. Tanpa sengaja, aku malah mendapati bahwa dia punya seorang pacar baru. Pacar ibuku mengalami cedera mata karena percikan las listrik. Dia memintaku untuk meneteskan susu ke matanya. Melihat tetesan susu, badanku mulai gemetaran karena merasakan suhu tubuh pria itu. Akhirnya, aku baru sadar bahwa setiap kali berada di hadapannya, payudaraku tak terkontrol dan selalu meneteskan susu.
Cerita Pendek · Gairah
8.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Setelah Meninggal, lbuku Menyebarkan Rumorku

Setelah Meninggal, lbuku Menyebarkan Rumorku

Aku sudah terbaring tanpa sehelai benang di lemari pendingin selama empat puluh hari. Foto-foto yang tidak disensor beredar heboh di internet. Di tengah derasnya fitnah yang menyebar, ibuku malah ikut membagikan fotonya, sambil dengan lembut menasihati adikku, “Dunia hiburan itu kotor, kamu jangan masuk ke sana. Lebih baik kamu warisi harta peninggalan kakakmu saja.” “Kamu berbeda dengan dia. Kamu adalah anak kesayanganku, jangan sampai dikotori dunia seperti itu.” Ternyata, dia sudah lupa. Lupa bahwa aku masuk ke dunia yang ‘kotor’ ini demi mencari uang untuk mengobati kanker yang dideritanya.
Baca
Tambahkan
Pilihan Terakhir: Cerai

Pilihan Terakhir: Cerai

Adik iparku, Gina, bersikeras ingin berlibur ke Pantai Nirwana saat Natal, jadi aku memutuskan untuk mengajak seluruh keluarga pergi berlibur bersama. Namun, saat teman wanita suamiku mengetahui tentang rencana tersebut, dia memaksa untuk ikut dan membawa anaknya juga. Tanpa basa-basi, suamiku langsung membeli tiket pesawat. Namun, dia malah menyuruhku membawa barang-barang dan mengemudi sendiri ke sana. Semula, aku mengira seluruh keluarga akan mendukungku, tetapi ternyata mereka semua mendukung keputusan suamiku. Baiklah. Kalau begitu, kita urus urusan masing-masing saja. Namun, mereka semua menjadi ketakutan.
Baca
Tambahkan
Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding

Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding

Saat suamiku, Alex Suryadi, mengucapkan janji pernikahan dengan mahasiswi miskin yang dia sponsori, jasadku sedang digali keluar dari dinding semen yang dingin. Dia dengan lembut menyematkan cincin di jari Helena, sedangkan para tamu mengangkat gelas untuk mengucapkan selamat. Di sisi lain, aku terkubur di dinding pembatas rumah baru kami. Tulang-tulangku telah rapuh karena kelembapan semen. Setelah petugas pemadam kebakaran membobol dinding, potongan tubuhku yang hancur pun terekspos. Semua orang yang berada di lokasi kejadian langsung berteriak ketakutan. Adik laki-lakiku adalah seorang lulusan arsitektur. Begitu menerima telepon dari polisi, dia bergegas membantu penyelidikan kasus mayat tersembunyi di dalam dinding ini. Kasus ini kemungkinan besar terkait dengan proyek Vila Oasis yang belum selesai. Setelah polisi menemukan gelang giok berukiran inisialku di antara pakaianku yang tersisa, dia baru teringat bahwa kakak perempuan yang menyebabkan ayah mereka melompat dari gedung dan ibu mereka bunuh diri itu telah hilang selama setahun. "Hillary?"
Baca
Tambahkan
Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Di acara perayaan hari keluarga taman kanak-kanak, suamiku Gaius beralasan ada urusan kantor dan bahkan menyuruhku dan putri kami untuk tidak ikut menghadirinya. Melihat wajah kecewa putriku, hatiku terasa sakit. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi sendiri bersamanya. Saat baru sampai di taman kanak-kanak, aku melihat Gaius sedang menggendong seorang anak laki-laki di satu tangan, sementara tangan lainnya menggandeng Sunlina, teman masa kecilnya. Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia, berbincang dan tertawa bersama dengan akrab. Saat melihat diriku dan putri kami, Gaius mengerutkan dahi, lalu buru-buru melepaskan tangan Sunlina. "Jangan salah paham, Yuri. Sunlina itu ibu tunggal dan membesarkan anaknya sendirian. Hari ini ulang tahun anaknya yang kelima, jadi dia hanya ingin anaknya merasakan kasih sayang seorang ayah." Aku menatapnya dengan tatapan penuh arti, lalu berjongkok dan menggenggam tangan putriku, berkata, "Sayang, ayo panggil om."
Baca
Tambahkan
Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Saat aku kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung yang sebenarnya, itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Julian Jetarsa. Karena sekali saja ia membelaku, aku jatuh cinta padanya selama lima tahun dan mengejarnya selama lima tahun. Akhirnya, ia menjadi tunanganku. Namun, ia justru merendahkanku, menganggapku tidak punya tata krama sejak kecil, tidak punya anggun dan wibawa seorang gadis dari keluarga terpandang. Ketika kakek yang membesarkanku sakit parah dan sekarat di saat aku paling membutuhkan bantuannya, ia malah berkata ingin memberiku sebuah pelajaran agar aku “belajar menjadi lebih baik”. Kakek pun meninggal dalam ketidakberdayaan. Dan seperti yang dia harapkan, aku memang belajar menjadi “anak baik”. Tentu saja, aku juga tak mencintainya lagi.
Cerita Pendek · Gairah
6.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

"Ayah, kapan ayah pulang? Ibu terbaring di ranjang dan nggak bergerak!" Putraku menelepon Michael sambil terisak-isak hingga sulit bernapas. "Panggil saja kalau dia nggak bangun! Dasar pemalas, nggak kerja di rumah juga cuma malas-malasan seperti babi pemalas." "Cari saja ibumu kalau ada apa-apa. Aku sibuk kerja, jangan ganggu aku!" Usai bicara, Michael dengan kesal langsung memutus teleponnya. Saat itu, dia sedang sibuk bermesraan dengan sekretarisnya, sama sekali tidak punya waktu untuk pedui padaku. Hanya saja, dia tak tahu bahwa aku sudah meninggal. Aku tak akan pernah muncul lagi di hadapannya, tapi dia malah memeluk fotoku sambil menangis, memohon agar aku tidak pergi.
Baca
Tambahkan
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku membersihkan rumah dan menemukan sebuah album foto. Ternyata, setiap tahun di hari ini, suamiku selalu mengambil foto pernikahan bersama cinta sejatinya. Dari usia 40 hingga 60 tahun, dari rambut hitam hingga beruban, selama dua puluh tahun dia tidak pernah absen. Di balik setiap foto ada tulisan tangan suamiku: "Cinta abadi selamanya." Jika yang dia cintai bukan aku, aku tidak perlu lagi mencucikan bajunya, memasak untuknya, mengurus anak, hingga merawat cucu. Setengah hidupku telah kujalani dengan sia-sia, tetapi tidak ada kata terlambat untuk berubah sekarang.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1314151617
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status