Mag-log inSebuah Meteor jatuh dihadapan Arthur James pada malam hari. Seorang Dewi muncul dihadapannya dan memberikan Arthur pilihan, apakah ingin mendapatkan kekuatan supranatural atau tidak. Arthur dengan senang hati memilih untuk mendapatkan kekuatan supranatural itu. Kehidupannya terus berlanjut dengan sedemikian rupa, semuanya berjalan dengan lancar. Arthur berhasil menikah dengan gadis yang ia cintai sejak masa-masa sekolah. Mereka hidup bahagia bersama sampai memiliki keturunan dan menjadi tua. Istrinya meninggalkan dirinya terlebih dahulu, Arthur merasa sangat sedih dan terpuruk. Kesehatannya kian memburuk hingga akhirnya Arthur mati di tempat tidurnya. Saat Arthur mati, ia kembali hidup dan membuka matanya melihat pemandangan kota dari atas bukit. Arthur terkejut mendapati dirinya telah mengulang kehidupan. Tubuhnya kembali menjadi muda lagi, dan ia berniat untuk mendapatkan pujaan hatinya untuk kedua kalinya. Arthur merasa sangat senang karena bisa melihat seorang gadis yang akan menjadi istrinya di masa depan. Tapi saat itu Arthur masih belum tahu, kalau kekuatan supranatural yang ia peroleh akan membuatnya menderita. Kehidupannya berlangsung begitu lama, ia terus menikmati kehidupan kedua yang ia miliki. Sampai akhirnya dia sadar bahwa dia telah terjebak dalam ruang dan waktu yang terus mengulangi kehidupannya.
view moreHave you ever met someone that surprised you? Like, you meet this person and at first you hardly pay any attention to them.
'Yung mahirap makitungo kasi hindi mo naman ineexpect na magkakaroon ka ng makakasama sa hindi mo inaasahang oras o pangyayari.
'Yung hindi kayo magkatulad o magkasundo kasi hindi naman siya ang lalaking gusto mo.
'Yung hindi ka malapit sa kanya kasi akala mo masama siya but as you get to know him, you notice yourself falling for him.
This person that was once average to you has quickly become the greatest, most beautiful person in the world and perhaps even the most important.
'Yung nakaraan niyong puro sakit at problema ang nangyari and you never saw something like this coming.
It kind of just, happened.
I fell in love with the most unexpected person at the most unexpected time.
Brak! Bruk! Bruak! Felix dan para anak buahnya mengobrak-abrik rumah hantu itu. Banyak orang yang ketakutan dan berlarian segera menjauh dari kekacauan itu. Sementara itu Arthur dan Grace masih terjebak di dalam rumah hantu itu, dengan berharap mereka tidak ketahuan."Bubarkan tempat ini! Aku yakin mereka masih berada di sini!" teriak Felix yang suaranya menggelegar bagaikan guntur.Semua anak buahnya ketakutan dan menurut atas perintah Felix. Mereka merobohkan bangunan dan penyangga rumah hantu ini. Tidak hanya membawa anak buahnya yang dari sekolah saja ternyata ia punya geng berandalan di belakangnya.Grace tampak ketakutan dan tubuhnya bergemetar sampai keringat membasahi wajahnya. Arthur memeluknya dengan erat sambil membelai rambutnya yang panjang. Air mata Grace berkaca-kaca mengetahui bahwa dirinya tidak akan bisa lolos dari Felix.Arthur menatap Grace sambil tersenyum tipis. "Grace, di belakangku ada lubang untuk keluar dari sini. Kau pergilah diam-diam dan biarkan aku yang m
Dunia terasa begitu indah dan menenangkan. Bunga-bunga bermekaran di taman menyambut sinar matahari yang datang. langit begitu bewarna, begitu juga dengan dunia ini. Semuanya terlihat begitu luar biasa, sangat sulit untuk diucapkan oleh kata-kata."Ya, aku mau. Arthur!" ucap seorang gadis yang rapuh.Tubuhnya bergemetar lemas bukan karena takut, tapi karena ia bisa merasakan kebebasan. Air matanya mengalir bukan karena sedih, tapi karena bahagia. Pelukan hangat membuatnya hidup kembali, bukan hanya Grace, Arthur juga merasakannya kembali."Terima kasih, karena telah memilihku. Grace. Aku sungguh, sungguh sangat bahagia sekarang." balas seorang laki-laki yang sama rapuhnya dengan gadis yang ia pelukSuaranya yang bergemetar menandakan akhir dari penderitaannya. Matanya yang berbinar-binar menandakan bahwa ia telah dihidupkan kembali. Raut wajahnya yang penuh emosional menandakan bahwa harapannya telah terjadi.Hari itu, dunia yang begitu kelam dan tak berwarna itu. Telah berubah menjad
Besok paginya Arthur memulai hari dengan semangat yang membara. Bukan karena ingin bertemu dengan Grace, atau ingin melanjutkan perkelahiannya dengan Felix. Tetapi ia benar-benar dipenuhi semangat untuk sekolah yang sangat murni. Ia sudah tidak peduli lagi dengan permasalahan yang terjadi. Pikiran Arthur saat ini adalah jalani dan laksanakan. Entah masalah apa yang menimpanya nanti, itu bukan masalah besar. Arthur telah memikirkannya baik-baik dan ia telah memutuskan untuk menjadi orang yang lebih gila. Gila dengan keadaan sadar dan menguntungkan bukan gila yang membawa kerugian. Arthur baru saja sampai di sekolahnya, dan sudah ada Felix bersama dengan anak buahnya yang menghadangnya. Arthur tersenyum dan menyapa mereka, "Pagi! Bagaimana kabar kalian hari ini?" ujar Arthur yang mendekati mereka seolah-olah telah melupakan apa yang terjadi sebelumnya. Semua orang menatapnya dengan heran. "Apa kau sudah gila, Arthur?" tanya Felix sambil menatapnya dengan tajam.Arthur tersenyum le
Setelah kejadian besar itu, Arthur segera pulang ke rumah dan berniat menyembunyikan tubuhnya yang kesakitan. Arthur sudah membicarakannya kepada Liam agar tidak mengadu kepada orang tua Arthur. Meskipun penampilannya seperti telah dipukili orang hingga babak belur, Arthur sudah menyiapkan akal-akalannya agar menghindari kekhawatiran orang tuanya. Arthur pulang ke rumah diam-diam tanpa membuat suara. "Arthur? Ada apa dengan wajahmu?" tanya ibunya. Arthur tersenyum dan berkata, "Bukan apa-apa Bu, tadi aku hanya terjatuh di tangga. Semuanya baik-baik saja, jadi jangan khawatir. Putramu sudah besar dan bisa mengurus diri." ucap Arthur dengan nada suara yang lembut. Ibunya mengelus-elus kepalanya, dan sebenarnya itu terasa sakit. Tapi Arthur menutupi rasa sakit itu dengan tersenyum lebar kepada ibunya. Ibunya menerima alasannya dan membiarkan Arthur lewat. Arthur berbaring di kasurnya dengan lega. Rasa nyeri di bagian yang di pukul Felix masih terasa begitu menyakitkan, terutama d
Arthur terbangun di ruangan yang rasanya tidak asing baginya. Ia melihat ke sekitar, ternyata ia berada di kamar miliknya di ruang bawah tanah Aiden. Saat Arthur ingin bergerak, tiba-tiba saja tubuh dan wajahnya merasakan sakit. Efek samping dari pukulan Finn masih menyisakan rasa sakit. Tak hera
Arthur telah memutuskan untuk mencari dan membunuh pelaku pembunuhan itu. Meskipun ia tidak tahu siapa, pasti ada suatu petunjuk untuk menemukan pelakunya. Malam hari itu Arthur pergi keluar rumah dan mengendarai sepeda motor ke kota sebelah tepat di balik bukit besar yang membatasi dua kota. Art
Arthur menjalankan hidupnya sebagai Juliet Claire. Seorang gadis yang tak memiliki identitas dahulunya, kini telah diadopsi menjadi bagian keluarga Arthur James yang telah tiada. Tak hanya mengantikan keberadaan Arthur James, ia juga melanjutkan studinya saat ini di kelas 3 SMA. Tiga bulan telah
Elise pergi berjalan kaki seorang diri di jalanan pada malam hari. Jalanan tampak begitu kosong, sepi dan sangat sunyi sekali. Elise tidak peduli jika ada bahaya yang akan datang, hati dan pikirannya saat ini benar-benar sangat kacau karena perilaku Arthur akhir-akhir ini. Elise terus berjalan da






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.