Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Di tahun keenam pernikahannya dengan pewaris ternama dari kalangan elit Moska, Saskia Prameswari berniat mendirikan dana perwalian untuk putra-putri kembarnya. Namun kenyataan datang seperti pukulan telak saat petugas memeriksa berkasnya. “Maaf, Bu. Dana ini hanya bisa dibuat langsung oleh orang tua kandung anak-anak,” kata petugas itu sambil menggeleng. Saskia terkejut. “Aku… aku sudah melampirkan akta kelahiran. Aku ibu dari kedua anak ini!” Tak disangka, tatapan petugas itu berubah aneh. “Bu… sekarang semua data sudah terhubung secara daring. Dokumen palsu mustahil lolos sistem. Hasil verifikasi menunjukkan… ayah anak-anak ini memang Bagas Pradipta. Tapi ibu mereka bukan Anda… tapi Claudia Atmadja.” Saskia terdiam. Bibirnya bergetar. “Apa… maksudmu?” tanyanya lirih. “Kedua anak ini, sama sekali nggak ada hubungan dengan Ibu,” jawab petugas itu dingin. Tubuh Saksia membeku. Pikirannya kosong. Claudia Atmadja… Cinta pertama yang selalu membekas dalam di hati Bagas. Permusuhan keluarga membuat mereka berpisah sejak lama. Dan sekarang… anak-anak yang dia kandung selama sepuluh bulan, yang dia lahirkan dengan taruhan nyawa… justru tercatat sebagai anak Bagas dan Claudia. Bagaimana bisa?!
Short Story · Romansa
12.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Di hari Naomi Maruli mengetahui kehamilannya, dia menerjang hujan deras menuju klub yang sering dikunjungi Rehan Kurniawan. Di pintu masuk ruangan pribadi, dia menyeka rambutnya yang basah dan bersiap untuk memberi kejutan setelah Rehan selesai. Dari celah pintu yang sedikit terbuka, suara seorang pria diselingi tawa, terdengar. “Rehan, tinggal seminggu lagi pernikahanmu dan Naomi. Apa semua kejutan untuk pernikahan itu sudah siap?” “Sudah siap.” Suara dingin Rehan terdengar seperti sedang mabuk. “Aku akan memberinya kenangan yang tak terlupakan.” Naomi berhenti sejenak saat mengeringkan rambutnya, senyum manis tanpa sadar mengembang di bibirnya. Selama tiga tahun bersama Rehan, pria itu benar-benar menyayanginya, memanjakannya dengan sepenuh hati. “Haha, Kak, kalau Naomi tahu aku berpura-pura jadi kamu dan mempermainkannya begitu lama, apa dia akan langsung pingsan dan menggila?” “Haha, takutnya meski dia dibunuh juga nggak akan nyangka kalau Rehan punya saudara kembar identik!” “Kalau dia tahu dia sudah dipermainkan oleh adik dari pacarnya selama tiga tahun...”
Short Story · Romansa
6.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Jika Tak Bisa Dipertahankan

Jika Tak Bisa Dipertahankan

Suamiku, sang komandan berjanji padaku bahwa dia hanya akan menemani cinta pertamanya yang depresi sebanyak sembilan puluh sembilan kali. Namun, tepat saat aku selesai mencatat kali kesembilan puluh sembilan itu, aku malah melihatnya sedang memeluk cinta pertamanya erat-erat. Setelah itu, aku tak lagi menangis atau menahannya setiap kali dia ingin pergi menemui cinta pertamanya itu. Aku hanya meminta sebuah liontin kalung darinya, sebagai hadiah untuk anak kami yang akan segera lahir. Begitu membahas soal anak, ekspresi suamiku langsung melembut, “Tunggu aku pulang, ya. Aku akan menemanimu untuk cek kehamilan di rumah sakit.” Aku hanya menjawab dengan patuh. Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari yang lalu, aku sudah mengajukan permohonan cerai. Sekarang, sebenarnya status kami sudah resmi bercerai.
Short Story · Romansa
1.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan

Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan

Di layar HP terlihat seorang perempuan mendesah manja tanpa henti. “Jason, kamu hebat banget .…” Suara napas tertahan Jason Dharma terdengar berat dan kasar melalui pengeras suara. Aku langsung matikan HP-ku. Dalam pantulan hitam layar HP, terlihat wajahku yang basah oleh air mata. Aku dan Jason sudah pacaran sejak kuliah sampai akhirnya kita sampai di pelaminan. Lima belas tahun lamanya kami saling cinta seperti hari pertama kita baru pacaran, jadi pasangan idola yang sering dipuji banyak orang. Namun hanya aku yang tahu kalau hati Jason sudah lama berubah. Ia jatuh cinta pada asisten yang aku pilihkan sendiri untuknya. Kata-kata manis yang dulu hanya untukku, kini ia bisikkan ke perempuan itu. Aku pura-pura nggak tahu. Jason diam-diam punya seorang anak dengannya. Aku nggak nangis, juga nggak buat keributan. Ia kira semua kebohongannya tersusun sempurna tanpa cela. Ia nggak pernah sadar kalau aku sudah lebih dulu menarik diri dan siap-siap untuk pergi. Jadi, pada hari ulang tahunnya, hadiah yang aku berikan adalah perpisahan untuk selamanya.
Short Story · Romansa
1.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Kembali ke Hari Penyerangan Kaisar, Aku Mengubah Takdir

Kembali ke Hari Penyerangan Kaisar, Aku Mengubah Takdir

Ketika ada pembunuh bayaran yang mengincar Kaisar, suamiku yang merupakan Komandan Pengawal Kekaisaran sedang berusaha menenangkan cinta pertamanya yang telah pergi karena merajuk. Aku tidak menyalakan suar isyarat yang kupegang. Sebaliknya, dalam keadaan hamil besar, aku berdiri di depan Kaisar dan menggunakan tubuhku sebagai perisai agar dia terbebas dari bahaya. Ini karena di kehidupan lampau, setelah aku menyalakan suar isyarat, suamiku meninggalkan cinta pertamanya untuk datang menyelamatkan Kaisar. Suamiku dianugerahi gelar Adipati Pelindung Kaisar atas jasanya dalam menyelamatkan Kaisar, tetapi cinta pertamanya jatuh ke dalam perangkap dan langsung meninggal di tempat. Suamiku tidak mengatakan apa pun. Namun, pada hari aku melahirkan, dia melemparku ke sarang binatang buas. Dengan wajah penuh kesedihan, aku bertanya apa alasannya berbuat seperti itu. Dia hanya melirikku dengan dingin dan menjawab, "Kaisar punya banyak pengawal, kenapa harus aku yang datang? Kamu pasti hanya peduli pada kekuasaan dan kekayaan, makanya kamu baru sengaja membuatku pergi menyelamatkannya! Kalau kamu tidak menyalakan suar isyarat, Ratna tidak akan mati! Aku mau kamu rasakan penderitaan yang berkali-kali lipat lebih parah dari yang dialami Ratna!" Pada akhirnya, aku menjadi santapan binatang buas. Bahkan anak dalam kandunganku pun dilahap habis. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari Kaisar diincar pembunuh bayaran.
2.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Kakak London meninggal. Ibunya mengusulkan agar dia memikul dua tanggung jawab keluarga sekaligus, dengan menikahi istri kakaknya yang sedang hamil, Sharon. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah. "Lillian adalah nyawaku. Aku rela nggak mewarisi posisi ketua mafia. Aku nggak akan pernah mengkhianati istriku!" Aku sangat terharu oleh kesetiaan London. Namun tanpa sengaja, aku mendengar percakapan antara London dan ibunya. "Anak dalam kandungan Sharon jelas-jelas anakmu. Kenapa kamu nggak mau menikahinya?" London mengembuskan asap rokok. Tatapannya jauh ke depan. "Aku sudah berjanji pada Sharon untuk meninggalkan keturunan bagi kakakku. Tapi urusan ini hanya di antara kami. Kalau Lillian sampai tahu, aku pasti tamat!" Ibu London berkata dengan tidak senang, "Kenapa memangnya kalau dia tahu? Dia sendiri nggak bisa melahirkan, masa kita harus membiarkan Keluarga Tahir nggak punya keturunan?" Dengan nada tajam, London menyela, "Kalau Lillian tahu, dia pasti akan meninggalkanku. Aku nggak bisa hidup tanpa dia! Kalau Ibu masih ingin gendong cucu, tutup mulut Ibu!" Aku pergi dengan tubuh gemetar. Darah di sekujur tubuhku perlahan menjadi dingin. London sangat mengenalku. Dalam cinta, aku tak bisa menoleransi sedikit pun kesalahan. Jadi setelah dia mengkhianatiku, aku memutuskan untuk pergi.
Short Story · Mafia
6.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hari itu adalah hari ulang tahunku. Kupikir, Andre akan menemaniku ke pantai untuk menonton kembang api. Tapi, pacarku itu malah membawa wanita lain dan anak wanita itu. "Keisya repot bawa anak, tolong pengertian." "Dia nggak tahu jalan dan bawa barang banyak, jadi aku mau antar mereka ke hotel duluan." Dia mengatakannya dengan enteng, seolah sedang menjelaskan masalah sepele. Kelembutan itulah yang membuat kemarahanku tampak berlebihan dan tanpa alasan. Dia membantu mereka masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk anak itu. Lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku, "Aku nggak lama pasti balik lagi, jangan mikir macam-macam." Aku berdiri di pinggir jalan, menyaksikan mereka pergi seakan-akan mereka satu keluarga sempurna. Malam tiba. Angin laut terasa sangat dingin hingga menusuk tulang. Aku masih menunggu, sampai aku melihat video di akun Keisya. Andre menggendong anak Keisya sambil menonton pertunjukan kembang api di pantai. Pertunjukan itu adalah kejutan yang aku rencanakan sendiri untuk ulang tahunku. Isi komentar di bawahnya senada. [Mereka pasangan yang serasi, keluarga kecil yang bahagia.] Seseorang bertanya padanya kenapa dia tidak menjemputku. Dia tersenyum dan berkata, "Viona pengertian. Dia nggak mungkin marah." Pada saat itu, kue ulang tahunku sudah meleleh seluruhnya. Ternyata, dia bukannya tidak punya hati. Dia hanya terlalu yakin bahwa aku akan terus menunggu selamanya. Tapi, hati yang terlalu lama diabaikan pasti akan menjadi dingin. Ombak menghantam pantai. Menghancurkan ilusi terakhirku. Kali ini, aku tidak akan menunggunya kembali.
Short Story · Romansa
3.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
Short Story · Realistis
11.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Short Story · Mafia
7.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri. Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali. Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah. Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong." Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar. Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit. Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati." Pengawal maju dan kembali menyeret anakku keluar dari kamar. Ketiga, anakku merangkak di lantai, menggenggam erat ujung celananya sambil menangis, berkata bahwa aku sudah tidak sadarkan diri. Ayahnya akhirnya marah, mencekik leher anakku dan melemparkannya keluar dari kamar. "Sudah kukatakan, Kiyano tidak akan mati. Jika kamu masih berani mengganggu istirahat Sheilla, pasti akan kulempar kalian berdua keluar dari rumah sakit." Untuk menyelamatkanku, anakku menggadaikan Kalung Penjaga Umur yang paling berharga kepada perawat. "Bibi, aku tidak ingin panjang umur lagi, aku hanya ingin ibuku hidup." Perawat menerima Kalung Penjaga Umur dan bersiap mengatur kamar terakhir untukku. Namun Sheilla, cinta pertama suamiku, menyuruh orang menggendong anjing peliharaannya dan menghalangi depan kamar, lalu berkata, "Maaf ya nak, ayahmu khawatir aku akan bosan tidak bertemu anjing, kamar ini disediakan untuk anjingku."
Short Story · Romansa
4.8K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
3435363738
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status