Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
Lentera dan obor menyala di sekeliling panggung kayu besar, menyoroti deretan kursi kehormatan tempat Panembahan, Kanjeng Ratu, dan para bangsawan telah duduk.
Dari tengah panggung, seorang abdi dalem tua dengan jubah panjang warna cokelat tua melangkah ke depan. Rambutnya memutih, tubuhnya sedikit bungkuk, tapi suaranya keras, jernih, dan penuh wibawa.
Ia adalah seorang abdi dalem senior yang sudah mengabdi sejak masa awal berdirinya Mataram. Dengan tongkat kecil di tangan kanan, ia mengetuk lantai panggung tiga kali. Suara itu menggema.