Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

Jika tidak segera ditangani nyawa menjadi taruhannya. “Ini rumah sakit terakhir, semoga ada titik terang.” Reina pasrah. Sepanjang jalan adik bungsu Reina menangis mendengar suara sirine ambulance yang sengaja dinyalakan agar mendapatkan jalan. Bandung sangat macet, apalagi di jam pulang kerja. Semua orang bertarung dalam penat dan kekalutan.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as tembung lingga
Read
+Library
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

ajak Bagas yang lantas di angguki tanda setuju oleh semua anggota keluarga besarnya. Malam ini, udara terasa sangat dingin di Lembang, semua keluarga berkumpul membuat api unggun di halamana belakang vila milik Bagas, seperti biasanya, Arya bersikap sangat manis jika fi hadapan semua keluarga Jasmin. "Sayang, kenapa tak memakkai jaket, disini sangat dingin!" Arya membuka jaket yang dipakainya untuk di kenakan di tubuh Jasmin.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as tembung lingga
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Kami harus ke klinik. Perjalanan malam itu terasa panjang. Lampu jalan buram tertutup kabut air hujan. Setiap kali Dinda batuk, aku berdoa dalam hati agar kami tiba dengan selamat. Sesampainya di klinik, dokter berkata Dinda demam tinggi karena infeksi tenggorokan. “Untung cepat dibawa, Bu. Kalau terlambat sedikit, bisa kejang,” katanya lembut.
846 viewsCompletedAdded to Library 30 Times as tembung lingga
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Mereka semua siap mempertaruhkan nyawa. “Singa Emas datang menyerang!” teriak Ceng Tok dan tahu-tahu di tembok tinggi yang mengelilingi tempat itu telah berlompatan banyak orang berpakaian jubah emas. Ceng Tok buru-buru melompat turun untuk bergabung dengan rombongan dua lusin orang Pedang Api.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as tembung lingga
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Keraguan yang sudah berhari-hari hinggap di kepalaku menguap seketika. *** Sesuai dengan perkiraan, hari ini aku akan sangat sibuk. Lingga menikah sekaligus resepsi di hari yang sama. Aku ibarat kaki tangan Meri ang harus mondar-mandir ke sana ke mari memastikan seluruh prosesi acara berjalan lancar. Meri sudah tak bisa diajak berkomunikasi, sebab sejak pagi dia sudah senewen. Belum lagi tiap sebentar dia menangisi Lingga yang akan pergi dari rumah.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as tembung lingga
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

ucapnya. "Ohh.. terima kasih," jawab Lingga kemudian Lingga mengambil minuman itu lalu meminumnya. Tidak berapa lama setelah itu tubuh Lingga mulai kepanasan. Lingga mengibas - ngibaskan kerah bajunya. Semakin lama semakin panas hingga Lingga berpamitan kepada para tamu yang di dampinginya. "Maaf Pak, saya tinggal dulu sebentar," pamit Lingga kepada para tamu
107.9K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as tembung lingga
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Gunung-gunung bersalju perlahan berganti perbukitan berbatu, lalu hutan pinus yang menua, dan akhirnya padang rumput luas yang disentuh angin hangat. Dunia tidak tahu bahwa satu lembah telah dikubur. Burung masih bernyanyi. Pedagang masih melintas. Dan di suatu sore yang keemasan, Wu Teng dan Ling’er duduk berhadapan di depan api unggun kecil. Api itu sederhana. Kayu kering, percikan merah, asap tipis yang naik ke langit ungu senja. Tidak ada Pilar, tidak ada longsoran, tidak ada proyeksi pemimpin misterius.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as tembung lingga
Read
+Library
TETANGGA WITH BENEFIT

TETANGGA WITH BENEFIT

୨ৎ M A Y A જ⁀➴ Aku masuk ke tempat acara berkabung yang ternyata digelar di Bar. Dan seketika ... suasananya berubah seperti film horor. Semua orang mendadak diam. Sebenarnya Mama sudah mengingatkanku, sih. Dia ingin banget ikut aku ke Pecang, tapi aku bilang kalau aku bisa handle sendiri. “Kamu enggak mengerti kota kecil. Kamu enggak bakal disambut pakai karpet merah!” katanya waktu itu.
101.5K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as tembung lingga
Read
+Library
Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Perlahan ia nembuka kancing kemejanya satu persatu. Saat dua gundukan menyembul di depan mata, Nagendra refleks menyentuh, tapi beberapa detik kemudian pergerakannya mendadak terhenti. Jemari Nagendra gemetar hebat. Persendian jarinya memutih, kayu tebal bertatahkan ukiran kuno itu sampai berderit, mengeluarkan jelaga hitam terkena paparan hawa panas raga Nagendra.
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 202 Times as tembung lingga
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status