Pendekar Pedang Gila
Dada Pangeran muda itu makin sesak, seolah dunia runtuh menimpa kepalanya.
“Pangeran, jangan goyah.” suara Meng Rui dalam, tenang, meski matanya tajam menatap gelombang musuh berikutnya.
Teriakan perang kembali pecah. Puluhan tombak dan pedang berkilat, menyalak ke arah mereka. Mei Lan melesat bagai angin dengan belati kembarnya yang menari-nari, tubuhnya lincah menyayat daging lawan.