Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kontrak Terlarang sang Penulis

Kontrak Terlarang sang Penulis

jawab Bastian tanpa belas kasihan. Citra berdiri dengan tubuh yang limbung, memeluk tas kainnya erat-erat seolah benda itu adalah perisai terakhirnya. Ia melangkah mundur menuju lift, membiarkan dirinya tenggelam dalam ironi paling kejam: dia adalah seorang penulis romansa yang kini dipaksa menulis dan memainkan naskah kehancuran hidupnya sendiri.
10270 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
Bride (Indonesia)

Bride (Indonesia)

*** Terima kasih telah mampir, mohon maaf apabila ada cerita yg kurang berkenan ini hanya fiktif dan imajinasi penulis🙂 fb leeana ratna sari iG @Gadis pecinta mendung@writer_ in_box
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
Who Am I: Past Lives

Who Am I: Past Lives

a Ayahnya dan Reika bermain gelembung sabun, berlari kesana-kemari. Ia duduk di bangku bersama ibunya, sibuk membaca buku novel Negeri Para Bedebah, karya Tere Liye. “Leika, awas, sayang!” ujar wanita itu ketika melihat putri bungsunya hampir terselip. Mendengarnya, Lucy sontak ikut mengalihkan perhatiannya kepada adiknya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
Namiya In Love

Namiya In Love

Aku memiliki impian bisa menerbitkan karya tulisku yang berupa Novel agar bisa diterbitkan oleh penerbit mayor. Sebenarnya impianku itu biasa saja bagi orang lain, namun bagiku itu adalah keajaiban yang akan sulit kuraih, melihat kemampuan menulisku yang masih rendah berbeda dengan penulis hebat di luar sana, seperti Tere Liye, Boy Chandra, atau penulis favoritku Pit Sansi. "Rani!!!" Suara teriakan sahabatku, membuat aku tersadar dari lamunanku lalu menoleh pada sahabatku, Nara. Aku memasang wajah bersalah karena sudah tak mendengar ocehan sahabatku dari tadi.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
BABY CEO

BABY CEO

Otaknya sebenarnya sudah ribuan kali berpikir untuk menyingkirkan wanita yang biasa dipanggil Tere itu, tetapi sampai sekarang Tere belum melakukan kesalahan. Vanya memanfaatkan waktu perjalanannya ke kampus dengan membaca rangkuman yang tadi malam telah dikerjakannya—bersama Ares. Tentunya, rangkuman yang dibuat Ares lebih mudah dimengerti dibandingkan buatannya hingga Vanya berpikir suaminya benar-benar cerdas karena sepertinya menguasai semua bidang.
1090.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
Suamiku, Adik Iparku

Suamiku, Adik Iparku

Aku merasa canggung sepanjang makan malam. “Oh iya, gimana nulis novelnya?” “Nulis novel?” Ferry nyaris tersedak saat tahu profesiku. “Iya, Mas. Apa kau nggak tahu kalau teh Ria seorang penulis novel best seller.” “Apa dia juga suka buat puisi sepertimu?” Wajah Lia bersemu kemerahan, karena kebohongannya terbongkar. “Hehehe, maafkan aku Mas. Sebenarnya puisi yang kuberikan padamu semuanya buatan Teh Ria.”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Dilihat banyak orang, rasanya seperti sedang jalan dengan pacar. Mereka langsung menuju ke toko buku. Nehan berjalan ke rak buku yang dia perlukan. Mimi memilih pergi ke rak novel. Ya, Mimi cukup menyukai novel. Jika ada waktu senggang, dia akan gunakan membaca kisah-kisah menarik yang menggugah hati. Satu karangan Tere Liye, menarik perhatian Mimi. Dia baca beberapa lembar, bolak-balik halaman, asyik juga.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
Putriku, Delia

Putriku, Delia

Mulai sudah akting maskulinnya sebagai seorang penulis novel bertema gaib dan pembunuhan serta seentoronya. "Benarkah? Wah, Fian sangat menggemari Anda. Bahkan, dia punya banyak buku-buku yang Anda tulis." Tisa mulai bergabung dalam pembicaraan. Tangannya masih menepuk-nepuk punggung Renisa yang terlelap di pangkuan. Anak itu memang tidak rewel. Tidak seaktif anak seusianya juga. "Beruntung sekali saya berkesempatan bertemu dengan Anda."
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai penulis tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status