Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Akhirnya Batu Laut menangis layaknya seorang perempuan mengalami kematian suaminya. "Lumut Karang... bagaimana ini! Yang kupenggal kepala bocah itu, tapi kenapa yang putus kepalanya si Pawang Segara! Adduuuh... kenapa bisa jadi begini, Lumut Karang! Oh, Pawang Segara... maafkan aku. Aku tidak bermaksud memenggalmu, Pawang Segara. Hik, hik, hik, huuuuuu...!"
1030.1K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

Terkena sentilan jari Iblis Batu. “Phuah…” Darah keluar dari mulutnya, dia dengan cepat jatuh ke tanah dan pingsan. “TIDAAAAK!" Teriak Jian Ying, ekspresinya penuh kesedihan. “GA... GA... GA!" Iblis Batu itu tertawa, terdengar seperti dua batu besar yang bertabrakan. “Bocah kecil, gimana perasaanmu melihatnya mati!” Iblis Batu mengangkat jarinya dan menyerangnya lagi.
8.910.8K viewsOngoingAdded to Library 270 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Fall In Love

Fall In Love

tanya stevie lagi “Jangan ngangguk. Itu bakal bikin kepala kamu makin pusing” lanjut stevie "Kamu beneran nggak mau cerita sama aku ?" Tanya stevie "Aku.." Kata batara menggantungkan ucapannya. "Aku cuman lagi ada masalah aja!" Lanjut batara "Terus, kamu nggak mau bicarain masalah kamu sama aku ?" Tanya stevie lagi
108.4K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Digerebek Saat Lagi Mendesah

Digerebek Saat Lagi Mendesah

Terasa ada batu besar, yang bersarang di dalam dadanya. ********************************** Yang suka sama cerita ini tolong tinggalkan gem ya. Terimakasih
1042.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Lesatan Kujang milik Ranu Tandika yang tak mengenai sasaran itu, menghatam sebuah batu besar dan membuat batu itu hancur berkeping-keping sementara Dewa Penangis yang tadinya melesat menghindar dengan santainya ia berjuntai-juntai di atas dahan sebuah pohon. Semakin geram Ranu Tandika melihat hal itu, serangan demi serangan yang telah ia lancarkan hanya dibuat mainan oleh Dewa Penangis. Kujang yang telah berada kembali di genggamannya itu, dengan segera ia salurkan tenaga dalam tingkat tinggi. Tangannya ia luruskan ke atas, untuk sesaat tampak pijaran sinar kuning terang yang memancar dari ujung Kujang hingga hulunya.
1025.9K viewsCompletedAdded to Library 751 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

BUBAT: Harga Diri Para Ksatria A Story of Betrayal and Honor in the Old Archipelago Pandu mendekat, matanya terbelalak kecil. Rio mencondongkan badan, matanya menyapu cepat judul itu, lalu menoleh ke Pandu — ekspresi mereka sama: wow. “Bubat?” Pandu berbisik, seolah takut mengganggu. “Kau... menulis tentang Bubat?” Bumi mengangkat kepalanya, membetulkan kacamata bacanya yang melorot. Ia tertawa kecil, suaranya serak. “Ya. Ini hanya kerangka. Aku baru merajutnya.”
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

Batu yang penuh lumuran darah. "Mama!!" isak gadis kecil itu. Tangannya gemetar dan tubuhnya menggigil kedinginan. Wanita itu segera beranjak. Dilemparkan batu itu ke sembarang tempat dan ia segera memeluk gadis kecil itu. Tangisan mereka tumpah. "Tenang, sayang! Mama di sini. Mama gak akan ninggalin anak mama ini. Jadi berhenti menangis ya? Anak mama gak boleh cengeng."
107.1K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Tunanganku Mendonor Ginjalku

Tunanganku Mendonor Ginjalku

"Ginjal itu adalah satu-satunya harapan Nona Revina untuk bertahan hidup ...." Pak Erik pun terdiam, dia tidak mampu melanjutkan. Hansen tiba-tiba menampar wajahnya sendiri dengan keras, lalu menutupi wajahnya dengan tangan dan menangis tersedu-seduh. Bahunya sampai sedikit gemetar. Respons Hansen ini membuat Pak Erik terkejut. Aku sendiri hanya menonton dengan sorot dingin. Aku sama sekali tidak merasa tersentuh.
5.1K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
PENGANTIN RAJA SAETAN

PENGANTIN RAJA SAETAN

Seolah ada hasrat yang terpendam untuk menyentuh batu itu, seperti suara yang menggoda hatinya dengan perkataan manis. "Sentuh aku, aku telah lama menunggumu..." "Sing!! Sing!! Sing!!" tanda di dahi Fang Jianheeng dengan bentuk seperti batu kristal menyala-nyala kehitaman, mata Fang Jianheeng kini kosong seolah ia tidak sadar dengan apa yang kini ia alami.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

Bab 217: Hadiah Terbaik “Mas..,” Angel menangis. Mama dan sang perawat juga ikut menangis. Mereka begitu tersentuh dengan suasana haru yang tengah berlangsung di ruang Mawar 1 ini. Lalu, apakah aku menangis? Tidak!
9.614.6K viewsCompletedAdded to Library 482 Times as pengarang batu menangis
Show Reviews (17)
Read
+Library
Ayusqie
Akhirnya, tayang juga Susahnya Jadi Mas Joko ini. Novel pelarian yg saya tulis karena gak (belum) bisa ngelanjutin kisah Aje Karin n Hekal Olive. Semoga kaka2 reader suka dengan kisah Mas Joko yg kocak sekaligus pilu ini. Dukung saya ya kak supaya ttp semangat menulis. Terima kasih.
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Read All Reviews
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Cerita rakyat 'Batu Menangis' adalah salah satu legenda yang sangat terkenal di Kalimantan Barat, khususnya di kalangan masyarakat Melayu. Aku pertama kali mendengar cerita ini dari nenekku saat masih kecil, dan sampai sekarang kisahnya masih melekat di ingatanku. Menurut penelusuranku, cerita ini termasuk dalam kategori folklore yang diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi, sehingga tidak memiliki pengarang tunggal. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa versi tertulisnya mulai muncul dalam buku-buku kumpulan cerita rakyat Indonesia sejak abad ke-20.

Yang membuat cerita ini istimewa adalah pesan moralnya tentang pentingnya menghormati orang tua dan konsekuensi dari sifat durhaka. Aku selalu terkesan dengan bagaimana cerita rakyat seperti ini bisa menjadi medium pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang begitu kuat, meski disampaikan dengan cara yang sederhana dan menghibur.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status