Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Akhirnya Batu Laut menangis layaknya seorang perempuan mengalami kematian suaminya. "Lumut Karang... bagaimana ini! Yang kupenggal kepala bocah itu, tapi kenapa yang putus kepalanya si Pawang Segara! Adduuuh... kenapa bisa jadi begini, Lumut Karang! Oh, Pawang Segara... maafkan aku. Aku tidak bermaksud memenggalmu, Pawang Segara. Hik, hik, hik, huuuuuu...!"
1031.7K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

Terkena sentilan jari Iblis Batu. “Phuah…” Darah keluar dari mulutnya, dia dengan cepat jatuh ke tanah dan pingsan. “TIDAAAAK!" Teriak Jian Ying, ekspresinya penuh kesedihan. “GA... GA... GA!" Iblis Batu itu tertawa, terdengar seperti dua batu besar yang bertabrakan. “Bocah kecil, gimana perasaanmu melihatnya mati!” Iblis Batu mengangkat jarinya dan menyerangnya lagi.
8.911.0K viewsOngoingAdded to Library 274 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Fall In Love

Fall In Love

tanya stevie lagi “Jangan ngangguk. Itu bakal bikin kepala kamu makin pusing” lanjut stevie "Kamu beneran nggak mau cerita sama aku ?" Tanya stevie "Aku.." Kata batara menggantungkan ucapannya. "Aku cuman lagi ada masalah aja!" Lanjut batara "Terus, kamu nggak mau bicarain masalah kamu sama aku ?" Tanya stevie lagi
108.6K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

BUBAT: Harga Diri Para Ksatria A Story of Betrayal and Honor in the Old Archipelago Pandu mendekat, matanya terbelalak kecil. Rio mencondongkan badan, matanya menyapu cepat judul itu, lalu menoleh ke Pandu — ekspresi mereka sama: wow. “Bubat?” Pandu berbisik, seolah takut mengganggu. “Kau... menulis tentang Bubat?” Bumi mengangkat kepalanya, membetulkan kacamata bacanya yang melorot. Ia tertawa kecil, suaranya serak. “Ya. Ini hanya kerangka. Aku baru merajutnya.”
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

Batu yang penuh lumuran darah. "Mama!!" isak gadis kecil itu. Tangannya gemetar dan tubuhnya menggigil kedinginan. Wanita itu segera beranjak. Dilemparkan batu itu ke sembarang tempat dan ia segera memeluk gadis kecil itu. Tangisan mereka tumpah. "Tenang, sayang! Mama di sini. Mama gak akan ninggalin anak mama ini. Jadi berhenti menangis ya? Anak mama gak boleh cengeng."
107.2K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Sambil sesenggukan Dewa Penangis kembangkan telapak tangannya dan memperhatikan lekat-lekat, sesenggukannya berubah menjadi tangisan keras. Di antara tangisnya terdengar ucapannya, "Perang… ada perang. Darah di mana-mana… Mayat di mana-mana.Sedih… menyedihkan sekali. Dewa Batara kasihani mereka. Tolong mereka… Jauhkan malapetaka itu. Hik…hik…hik…" Paras Adipati Gadra jadi berubah.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

"Dulu Ibu bilang, batu ini namanya 'Batu Kesabaran'. Ibu menemukannya di pantai Bajo saat aku menangis karena jatuh." ​Aku mengambil batu itu. Sentuhan permukaannya yang dingin dan halus memicu sebuah kilatan kecil di kepalaku. Sebuah gambaran singkat tentang pantai berpasir putih, suara ombak, dan aroma ikan bakar. Hanya sedetik, lalu hilang lagi. Tapi itu cukup untuk membuat jantungku berdegup kencang. ​"Bajo..." bisikku. "Bajo itu indah, ya?"
1.3K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Tangisan itu meningkat menjadi raungan yang memekakkan telinga, gelombang frustrasi yang tak terbendung oleh kata-kata. Batu pertama membelah udara dengan niat mematikan, meledak di bebatuan bulat dalam semburan pecahan yang menyengat pergelangan kakiku. Retakan batu di atas batu bergema seperti palu hakim, vonis mereka atas pemerintahanku disampaikan dengan granit dan amarah. Aku hampir tak menyadari sosok gelap itu melesat ke arah kepalaku sebelum tangan pamanku mencengkeram lenganku, menarikku ke samping dengan kekuatan yang cukup untuk memutar bahuku. Proyektil itu melesat lewat, cukup dekat hingga kurasakan udara yang bergejolak mencium pipiku.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Tunanganku Mendonor Ginjalku

Tunanganku Mendonor Ginjalku

"Ginjal itu adalah satu-satunya harapan Nona Revina untuk bertahan hidup ...." Pak Erik pun terdiam, dia tidak mampu melanjutkan. Hansen tiba-tiba menampar wajahnya sendiri dengan keras, lalu menutupi wajahnya dengan tangan dan menangis tersedu-seduh. Bahunya sampai sedikit gemetar. Respons Hansen ini membuat Pak Erik terkejut. Aku sendiri hanya menonton dengan sorot dingin. Aku sama sekali tidak merasa tersentuh.
5.2K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
PENGANTIN RAJA SAETAN

PENGANTIN RAJA SAETAN

Seolah ada hasrat yang terpendam untuk menyentuh batu itu, seperti suara yang menggoda hatinya dengan perkataan manis. "Sentuh aku, aku telah lama menunggumu..." "Sing!! Sing!! Sing!!" tanda di dahi Fang Jianheeng dengan bentuk seperti batu kristal menyala-nyala kehitaman, mata Fang Jianheeng kini kosong seolah ia tidak sadar dengan apa yang kini ia alami.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status