Balas Dendam Istri yang Tersakiti
“Ra, apa kamu serius dengan pemutusan kerjasama partner itu? Kamu tidak mungkin mengincar perusahaan JTech untuk balas dendam, kan?”
Tiara tertawa kecil. “Balas dendam? Itu menarik juga,” katanya sambil terkekeh.
“Jadi, benar?”
“Sayangnya, tidak. Kalau ini balas dendam ku sebagai istri yang tersakiti, bukankah terlalu ringan?” Tiara menatap tajam Naren.
“Apa maksudmu? Tiara, apa ini karena tentang salah paham kamu dengan Shalsa? Kalau iya, kamu sudah membalasnya. Kenapa sekarang kamu mengincar JTech?”