Kala Hidup Mengalir dengan Damai
Mereka juga tidak berani menyentuh Nadia karena khawatir Kayden akan memotong tangan mereka.
Tepat ketika semua orang sedang kewalahan, Kayden akhirnya kembali. Begitu dia kembali, Nadia langsung melemparkan diri ke pelukannya.
“Kayden, kamu harus balaskan dendamku! Lihat saja apa yang diperbuatnya! Tubuhku sudah dibasahi anggur merah, kakiku juga berdarah. Sakit banget! Sejak kecil, kamu selalu memanjakanku. Aku nggak tahan diperlakukan secara nggak adil seperti ini. Kamu harus balaskan dendamku. Kalau nggak, aku akan pergi ke luar negeri sekarang juga dan nggak kembali lagi!”