Akibat Mertua Gila Harta
"Lain kali saja, Pak, untuk makannya. Namun, untuk pembahasan lamaran, boleh juga. Baiknya kapan, ya? Kami harap, tidak lama-lama, sebab anak kita sudah saling mencintai."
"Saya setuju, pernikahan itu lebih baik disegerakan. Bagaimana kalau lusa,kami melamar anak Bapak secara resmi? Dino sudah menyiapkan seserahan sejak kemarin. Jadi, sudah siap." Atmaja melirik ke arah putranya yang kini menunduk dalam, mungkin karena malu.
"Hah? Serius udah disiapkan?" Dianti bertanya, diiringi rasa terkejut.
Sikat na Kabanata