Perjalanan Sang Perukiyah
Aw safitrycerpen wanita tangguhcerita wanita potong rambut pendeklirik payung teduh perempuan dalam pelukancerita pendek perjuangan seorang ibu
Apalagi sekarang perutnya terasa sedikit nyeri karena efek terkejut tadi.
“Ya Allah, Sayang!” Bai langsung mendekati sang Istri yang meringis menahan sakit. “Maafin Papa, Sayang, ya ….” Bai mengusap perut Ken yang memang terasa keras. “Apa kita ke rumah sakit aja?” Bai menatap dengan panik.
Ken menggeleng pelan sambil mengatur napas.
“Nggak usah kayaknya, Mas. Ini udah agak mendingan kok. Tadi kayaknya cuma kaget aja,” balasnya sambil mengusap perutnya.