Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DIBULLY SUAMI SENDIRI

DIBULLY SUAMI SENDIRI

Ainan Takhsyaallah
Paling kesal dengan mas Raka. Bisa-bisanya dia melarangku makan karena tak mau aku gendut. padahal rasa laparku ini di dorong karena kandunganku yang semakin besar. "Lah, makan lagi?" kutahan diri untuk tak membalas ucapannya. Namun, dia tetap mengawasiku. "mas ini menikahi karena apa sih?" "Pokoknya jangan gemuk! jangan gendut! kamu tak lupa perjanjian kita, kan? lagi-lagi perjanjian itu yang dia ungkit. Perjanjian untuk menikah dengan syarat tak gemuk. "Aku nggak peduli dengan janji itu. Lagi pula aku begini karena anak kamu." Tunjukku pada perut yang mulai nampak membesar. "Pokoknya kalau kamu gemuk, begitu anak ini lahir kita akan pi..." "Mas mau bilang apa? hati-hati loh kalau bicara...." mas Raka melirikku, lalu berlalu....
Rumah Tangga
1.3K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Kakak perempuanku memakan setengah piring mangga yang aku tinggalkan di atas meja, lalu seluruh tubuhnya alergi dan dipenuhi ruam merah. Karena marah, kakak laki-lakiku membuka mulutku dengan paksa dan terus menuangkan jus mangga ke dalam mulutku. "Bukannya kamu suka makan mangga? Hari ini kubuat kamu makan sampai puas!" Makanan itu tersedak masuk ke paru-paruku dan membuatku sulit untuk bernapas, lalu tenggorokanku bengkak dan terasa sakit. Aku memohon pada kakakku itu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah mengunciku di ruang bawah tanah. "Karena Sanny menderita, kamu juga jangan berharap bisa hidup nyaman. Renungkan baik-baik kesalahanmu di sini. Sejak kecil nggak ada yang mengajarimu, pantas saja kamu jadi sekejam ini." Dua hari kemudian, Mama baru teringat padaku. "Aslan, sudah cukup, lepaskan saja Herlina keluar. Kalau terlalu lama, nanti malah nggak baik. Dia jadi dendam sama Sanny." Papa yang berada di samping berkata dengan nada cuek, "Memangnya kenapa? Tinggal belikan saja dia sesuatu sebagai kompensasi. Beres, 'kan?" Aku bersandar di tubuh ayahku dan mengikuti mereka menuju ruang bawah tanah. Aku ingin melihat bagaimana mereka akan memberiku kompensasi.
Baca
Tambahkan
Suami yang Jahat, Ayah yang Buruk

Suami yang Jahat, Ayah yang Buruk

Setelah dijadikan bank darah oleh cinta pertama suamiku, aku sakit hingga meninggal di rumah kontrakan yang disedekahkan oleh suamiku yang merupakan konglomerat. Hari ini adalah hari ketiga setelah kematianku. Putraku yang berusia enam tahun akhirnya menyadari ada yang tidak beres. Dia bermain mainan dan jarinya terluka, aku tidak menenangkannya. Dia membuka biskuit dan menyuapkan makanan ke mulutku, aku tidak menghentikannya. Dia berbaring dalam pelukanku, mencengkeram bajuku dan memanggil pelan "Mama," aku juga tidak memberi respons. Dengan panik, dia menemukan ponselku dan menelepon suamiku yang konglomerat itu. "Papa, kenapa Mama masih tidur?" Pria itu malah mengirimkan sebuah foto dirinya sedang menyantap makan malam tahun baru bersama cinta pertamanya, lalu berkata dengan dingin, "Cuma tidur, bukan mati. Hari ini malam tahun baru, aku sangat sibuk." "Katakan pada ibu kamu yang nggak tahu diri itu, kalau dia sudah mau mengakui kesalahannya, baru datang mencariku." Telepon ditutup. Anak itu tertegun lama. Dia memungut biskuit terakhir di rumah dari tempat sampah, mematahkannya menjadi dua, lalu menyuapkannya ke mulutku. "Mama, kita juga makan."
Baca
Tambahkan
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Blurb: Demi melunasi hutang keluarganya, Anaya dipaksa menghadiri jamuan makan malam bersama seorang pria tua kaya raya. Di depan keluarga, lelaki tua itu tampak ramah. Tapi di balik senyumannya, ada tatapan genit yang membuat Anaya merinding ketakutan. Yang tidak Anaya tahu, semua itu hanyalah jebakan licik Sang Opa Gaul yang sengaja pura-pura melamarnya, hanya untuk menekan cucunya sendiri, Si Bujang Tua Raka, agar segera menikah. Raka muak dengan permainan Opa-nya. Melihat Anaya diperlakukan sebagai “calon istri Opa”, ia akhirnya mengambil langkah gila. “Lebih baik kau menikah denganku. Kontrak tiga tahun. Setelah itu, kita bebas.” Anaya tak punya pilihan. Ia lebih rela terikat kontrak dingin dengan cucu tampan itu, daripada jatuh ke pelukan Opa Gaul mesum yang mengerikan. Namun siapa sangka, di balik pernikahan pura-pura itu, ada rahasia dan perasaan yang tak bisa mereka tolak. Apakah kontrak bisa menjaga batas, atau justru membuat mereka terjebak dalam cinta yang nyata?
Romansa
10891 DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta yang Sudah Hilang

Cinta yang Sudah Hilang

Setelah hamil, tiap malam suami pergi lari malam. Hari ini dia buru-buru keluar, hanya pakai smartwatch, lupa bawa handphone. Aku tanpa sengaja melihat beberapa pesan yang dia kirimkan kepada rekan wanita. [Datang numpang makan nggak? Sekalian makan aku juga.] [Malam ini nggak ada nafsu makan, hanya mau makan kamu aja.] Sup ayam yang tadi dia suapin aku, rasanya sedang bergolak di dalam perutku. Kalau nggak salah, dia barusan kenalin rekan wanita ini ke adikku.
Cerita Pendek · Romansa
19.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

Saat aku sedang hamil enam bulan, adikku mengalami kecelakaan dan sangat membutuhkan transfusi darah. Setelah diperiksa, hanya golongan darahku yang cocok untuknya. Namun, diriku yang mengalami mual selama kehamilan sangat lelah, sehingga aku menolaknya. Akan tetapi, keluargaku memaksaku untuk pergi ke ruang transfusi darah. Aku tidak sanggup melawan, jadi hanya bisa meminta bantuan suamiku. Tanpa diduga, dia berpangku tangan. "Mumpung kondisimu baik-baik saja, jadi nggak masalah untuk mendonorkan darah. Hanna berbeda, dia punya masa depan yang cerah, jangan sampai menundanya." Setelah operasi, aku pingsan di ruang transfusi darah. Hal pertama yang aku lakukan setelah sadar adalah membuat janji untuk aborsi.
Cerita Pendek · Romansa
27.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Pada hari anakku selesai ujian masuk universitas, aku meninggal di rumah sakit karena kanker stadium akhir. Sementara itu, suamiku sedang memeluk mantan kekasihnya di hotel dan berkata, "Cepat atau lambat, wanita tua itu akan kasih tempat buat kamu." Anakku berpesta semalaman di bar, mabuk-mabukan sambil mengeluh kepada temannya, "Ibuku itu maunya mengatur seluruh hidupku. Aku malah pengen jauh-jauh darinya." Mertuaku mengobrol dengan tetangga, "Seharian dia nggak melakukan apa-apa, cuma tahu makan saja. Aku menyesal punya menantu kayak dia!" Aku sudah tidak bisa membantah mereka lagi. Kali ini, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Baca
Tambahkan
Hasratku Menjadi Candunya

Hasratku Menjadi Candunya

Sudah menjadi rahasia umum di Haicheng bahwa Jiang Jingyu dan Nan Shiyu memiliki hubungan yang sangat dingin, setelah berpisah setelah menikah. Yang satu berkelana ke luar negeri untuk menjelajahi pasar baru, sementara yang lain tetap menjadi putri dari keluarga kaya, putri kesayangan dari keluarga kaya di Haicheng, dan hidup terpisah selama bertahun-tahun. Lambat laun, rumor perceraian mereka yang akan segera terjadi menyebar di lingkungan sosial mereka, semakin menguat. Tepat ketika semua orang berspekulasi tentang tanggal resmi perceraian mereka, Jiang Jingyu, yang telah menghabiskan setahun penuh di luar negeri, tiba-tiba pulang. Di depan umum, pria itu, sambil menggenggam surat perjanjian cerai yang dikirim wanita itu, mencengkeram pergelangan tangan wanita itu dengan buku-buku jarinya, tekanan yang dingin dan keras itu menyebabkan rasa sakit di hatinya. Matanya yang dingin dipenuhi amarah, dan ia menahan amarahnya. Ia mengucapkan setiap kata dengan suara yang membeku: "Apakah ini alasanmu ingin menceraikanku?" "Kau punya cinta baru?
Romansa
10502 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
Baca
Tambahkan
MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

Dewii Kamaya
BLURB MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK Wanita tangguh bernama Lina menikah dengan suami dengan basic keluarga yang amat sangat perhitungan. Kalau bisa, Purnomo--suaminya akan membawa kalkulator kemana-mana saking pelitnya. Lina betah hidup bersama mertuanya selama beberapa tahun karena memang mertuanya baik. Dia tidak suka ikut campur dengan urusan mantunya kecuali yang berhubungan dengan uang. Tak tahan dengan ulah mertua dan suaminya yang keterlaluan hingga mangga saja dihitung jumlahnya membuat Lina berpikir keras. Terlintas ide jahil membalas mereka agar dia serta anaknya bisa sedikit menikmati hidup. Diambilnya diam-diam tabungan suaminya untuk sekedar makan enak agar anaknya bisa seperti anak-anak lain. Tak berselang lama, ulah Lina ketahuan dan keduanya bertengkar hebat. Setelah Lina mengancam cerai, suami dan mertuanya mulai sedikit melunak karena memang tidak ada menantu sebaik Lina yang mau hidup sederhana bersama mereka. Di akhir cerita, terungkaplah kenapa Bu Romlah mertua Lina begitu pelit dan perhitungan. Itu karena selama ini secara diam-diam dia banyak bersedekah ke banyak tempat. Dibalut komedi yang kocak, cerita ini akan mengocok perut pembaca. Yuk, baca selengkapnya!
Rumah Tangga
103.0K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2627282930
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status