Sayangnya, Pak Pengacara Mau Menikahiku
Tidak sengaja bertemu kembali dengan teman masa kecilnya setelah bertahun-tahun berpisah, Alea seakan mengulang banyak kenangan lama bersama Ilham.
Dalam buku impiannya semasa SMP, Alea pernah menuliskan bahwa ia tidak ingin menikah dengan seorang pengacara, dan Ilham dengan entengnya menimpali bahwa ia tidak berminat menjadi pengacara.
Sebuah janji masa depan yang tak tertulis namun seolah telah tertanam permanen di lubuk hati keduanya.
Tapi apa jadinya jika takdir memainkan peran, mengusik impian mereka satu persatu dan memaksa mereka untuk mendaki jalan yang berlawanan?
"Kamu masih sama ya, masih mau jadi dokter?" ujar Ilham dengan senyum hangat.
Senyum Alea mengembang sempurna diiringi anggukan bangga, "Aku orang yang konsisten. Kamu sendiri masih konsisten nggak sama mimpimu?"
Ilham menjawab tanpa ragu.
"Ya, mimpiku juga masih sama. Menikah dengan kamu."
Jantung Alea berhenti berdetak dan pipinya memanas. "Aku kan sudah bilang nggak mau menikah dengan pengacara!"