Ada sesuatu yang sangat menenangkan tentang melafalkan Asmaul Husna di tengah kesibukan sehari-hari. Sebagai seorang yang sering merasa overwhelmed dengan deadline, aku menemukan ketenangan saat menyebut 'Ar-Rahman' ketika melihat matahari terbit, atau berbisik 'Al-Hakim' saat menghadapi dilema. Nama-nama indah Tuhan ini bukan sekadar hafalan, tapi semacam kompas spiritual. Misalnya, saat merasa tidak adil, mengingat 'Al-Adl' membantuku melihat masalah dari perspektif lebih luas. Atau ketika ego mulai membesar, 'Al-Mutakabbir' mengingatkan pada sifat keagungan yang hanya pantas bagi-Nya.
Yang paling personal bagiku adalah 'As-Salam'. Nama ini kupakai seperti mantra saat anxiety menyerang. Aku membayangkan kedamaian itu menyelimuti seperti selimut hangat. Lucunya, sejak rutin mengamalkan ini, bahkan tetanggaku yang galak mulai terasa lebih ramah. Mungkin karena frekuensi energi yang keluar dari diri kita memang berubah ketika terus-menerus terhubung dengan sifat-sifat Ilahi.