Mencintai Suami Adikku
Ponselku bergetar sesaat, layarnya menyala dan menampilkan preview pesan dari W******p di sana.
Sebuah pesan dari pengirim bertuliskan “Impian” terpampang di layar,
[Zahrah, keluargaku sudah datang ke rumah gadis itu dan melamarnya. Kamu tahu? Gadis itu setuju menikah denganku. Terima kasih atas saran-sarannya, Zahrah. Kamu memang sahabat yang baik.]
“Kamu gila, Bang!” umpatku setelah membaca pesan dari Bang Hasan.