Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
Kami juga mencoba permainan ketangkasan, dan aku berhasil memenangkan sebuah boneka beruang besar untuknya.
Risma memeluk boneka itu seolah itu adalah harta paling berharga di dunia.
"Aa, makasih ya. Aku senang banget, baru pertama kali aku bisa main ke tempat kayak gini," ucapnya sambil mengelap keringat di dahinya.
Saat kami sedang mengantre es krim, ponselku bergetar. Sebuah pesan dari Nikita.
[Aris, sepertinya aku pulang malam sekali. Ada urusan mendadak ke luar kota dan mungkin menginap atau pulang dini hari diantar teman kantor. Kamu tidak perlu menjemput, pulang saja ke rumah]