Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kau Khianati, Kunikahi Pamanmu

Kau Khianati, Kunikahi Pamanmu

Henry Lim… yang selalu dingin dan terkendali… baru saja memukul keponakannya sendiri di depan seluruh keluarga. Henry berdiri tegak dengan napas berat. Matanya menggelap penuh murka. “Jaga mulutmu,” desisnya. Tristan mengusap darah di sudut bibir sambil menatap tak percaya. “Paman memukulku… karena dia?” Henry maju lagi. Kali ini suaranya rendah, namun setiap katanya mematikan. “Aku memukulmu karena kau terus lupa satu hal.”
651 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as pun pun
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

Namun peduli setannya lebih besar ketimbang rasa yang sebelumnya sudah dijabarkan oleh logika mereka. “Jangan bicara apa-apa mengenai ini.” “Mati dipancung aku jika iya.” Hebatnya, Mustika tertawa dengan lelucon klasik Amin. Mustika mendongak. Sebetulnya, yang ia lihat selain dagu dengan titik-titik janggut yang keluar dari pori-pori adalah kerutan yang entah mengapa sangat rupawan dilihat dari tempat di mana matanya berada. “Bersedia engkau membantuku mengenai apa yang kulontarkan padamu tadi, Min?”
105.6K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as pun pun
Read
+Library
HURT

HURT

Ia berusaha membuka mata untuk melihat siapa pemilik suara itu, tetapi kelopak matanya terasa sangat berat. “Pukulan Anda mengenai lambungnya. Dan kebetulan lambungnya sedang kosong karena belum terisi makanan. Itu membuatnya langsung pingsan begitu terkena pukulan. Yang perlu dikhawatirkan adalah apakah lambungnya terluka atau tidak karena pukulan Anda itu. Kami belum bisa memastikannya sekarang karena kami perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Tapi, untuk sekarang, kita tunggu sampai dia siuman dulu.” Kali ini yang terdengar adalah suara laki-laki. Suara Jang Shin Woo.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as pun pun
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

Hasbi pun tertawa sembari menjapit hidung mancung sang istri. *** "Pakeeet ..." teriak suara dari luar. Andin melihatnya lebih dulu, seorang kurir tengah berdiri di depan pintu. Wanita itu membuka pintu, dia tengah perawatan wajah agar tampak terawat dan glowing. "Ya, dari siapa Mas?" tanya Andin. "Di sini tertulis dari pengagum rahasia, Mbak." Andin langsung meraih paket itu. "Makasih ya."
9.7229.6K viewsCompletedAdded to Library 7.6K Times as pun pun
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

Varo pun menyalakan mesin mobilnya, mengendarainya dengan kecepatan sedang, meninggalkan perkantoran yang sudah sangat sepi saat jam sudah menunjukkan pukul enam tiga puluh. Varo masih fokus pada jalan sebelum suara ponselnya membuyarkan konsentrasinya. Itu dari teman-temannya yang sudah menunggu di klub malam. Ya, begitulah Varo yang sangat akrab dengan dunia malam, sangat berbeda dengan Meera yang hidup di tengah keluarga yang agamis.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as pun pun
Read
+Library
Mendadak Punya Cucu

Mendadak Punya Cucu

Author Pov ********** "Ya Allah, Astaghfirullah, Neng Lila!" Pekikan Mbak Susi membuat Ina terlonjak kaget. Mata Ina terbelalak seketika. Detik berikutnya, pandangannya tertuju pada kepala keponakannya yang mengucurkan cairan merah berbau amis. Kemudian beralih menatap nanar tangannya yang gemetar. Tangan yang sebelumnya ia gunakan untuk melukai putri dari kakaknya tersebut.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as pun pun
Read
+Library
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

#Pura_Pura_Rebahan Part 24 : Pemanis hidup Panggilan pertama dan kedua kuabaikan, hingga akhirnya ia tak menelepon lagi. Aduh, Oppa, aku harus mengirim chat kepadanya agar ia tak menghiraukan chatku yang tadi. [Zidan, sorry, aku salah kirim chat. Tak ada apa-apa, selamat bekerja.]
1037.7K viewsCompletedAdded to Library 753 Times as pun pun
Read
+Library
PAMANKU SUAMIKU

PAMANKU SUAMIKU

Ikan Asin bag 2 ''Tapi Run, abang jadi pingin...'' bisik Ardan di telinga Aruna. ''Apanya?!'' tanya Aruna dengan matanya yang melotot dan pikirannya yang menerawang jauh kemana-mana. ''Ikan asin!'' jawab Ardan, lagi-lagi di lakukannya di telinga Aruna sembari tersenyum nakal. ''Abang!'' seru Aruna dengan wajah memerah, dia merasa malu karena berpikir hal lain tapi menutupinya dengan marah pada Ardan.
6.0K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as pun pun
Read
+Library
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Cup Kemudian mengecup keningnya. Membuat darah pada diri Arbel mendidih, marah, marah pada sentuhan yang anak laki laki ini berikan. "Mau tahu kenapa gue masih sekap lo di sini?" Arbel menggeram marah. Di tendang tendangkan kakinya liar, berharap tendangannya cukup kuat untuk menjatuhkan Deran ke lantai. "DIEM!" Plak Kemudian Deran menampar pipi Arbel dengan kencang, membiatnya meringis dan menangis kesakitan.
1016.8K viewsOngoingAdded to Library 485 Times as pun pun
Read
+Library
PUZZLE

PUZZLE

“Kenapa sih ngelihat lo makan bawaanya bikin gue kenyang terus ya? Padahal kalau gue ke sini bareng temen-temen, gue bisa nambah sampai 2 kali loh.” “Mungkin karena lo manis kali yaa,” Kini Ning yang berbalik menatap Diran. “Gombalan elo mah gak mempan sama gue, puas!!” Diran berdecak, “Ah.. lo emang bukan partner yang asik buat diajak bercanda. Pulang yuk!”
102.7K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as pun pun
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status